Arief Yahya (DOK JAWA POS)
Arief Yahya (DOK JAWA POS)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur resmi diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata di Lapangan Lumbini Komplek Candi Borobudur, Sabtu (10/2) malam. Badan tersebut akan mengelola 309 hektare kawasan yang terpusat di Kabupaten Purworejo.

“Borobudur adalah ikon yang kita pilih untuk Jogja dan Jawa Tengah, ini bukan untuk membedakan Jogja dan Jawa Tengah. Tidak relevan kita mempermasalahkan batas-batas administrasi untuk destinasi wisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan BOP Borobudur.

Menurutnya, BOP akan menangani hal-hal terkait koordinatif infrastruktur dan utilitas dasar. Ia tidak khawatir akan terjadi tumpang tindih kebijakan. “Badan Otorita itu akan otoritatif di zona otoritatif, yaitu di Purworejo dengan luas zona 309 hektare. Di luar itu kembali ke pemerintahan biasa,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mendatangkan 2 juta wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur dan kawasan strategis pariwisata nasional di Jateng dan Daerah istimewa Jogjakarta bisa mudah. Syaratnya, akses untuk menuju wilayah ini juga mudah. Oleh karena itu perlu dibangun bandara internasional yang lebih representatif. Bandara yang ada sekarang sudah “overload”.

“Terlalu jauh kalau mau dibandingkan dengan Angkor Wat yang sekarang sudah mencapai 2.5 juta pengunjung. Itu hanya satu candi yang tidak lebih besar dari borobudur,” katanya.

Infrastruktur untuk mendukung konektivitas ke Borobudur juga terus digenjot, diantaranya melalui pembangunan Bandara Kulon Progo, kereta api bandara, jalan tol, pelabuhan kapal pesiar Tanjung Mas, dan lainnya. Pembentukan BOP Borobudur bukan hanya untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, melainkan juga menjaga situs warisan dunia itu agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Target 2 juta wisman ini diharapkan sudah bisa tercapai pada 2019 mendatang.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, untuk menghargai karya besar peradaban manusia tidak cukup dengan menikmatinya, tapi juga harus melestarikannya.

“Kemenko Maritim telah mengkoordinasikan dan mengendalikan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur, aspek legal, teknis, dan SDM,” tegas Ridwan.

BOP akan memiliki konsep wisata yang menjaga kelestarian Borobudur. Konsep itu adalah menikmati Borobudur, tidak perlu menyentuh Borobudur. “Keberadaan Badan Otorita justru untuk membantu upaya konservasi,” jelasnya. (vie/ton)