33 C
Semarang
Minggu, 31 Mei 2020

Target 2 Juta Wisman

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID—Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur resmi diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata di Lapangan Lumbini Komplek Candi Borobudur, Sabtu (10/2) malam. Badan tersebut akan mengelola 309 hektare kawasan yang terpusat di Kabupaten Purworejo.

“Borobudur adalah ikon yang kita pilih untuk Jogja dan Jawa Tengah, ini bukan untuk membedakan Jogja dan Jawa Tengah. Tidak relevan kita mempermasalahkan batas-batas administrasi untuk destinasi wisata,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya saat meresmikan BOP Borobudur.

Menurutnya, BOP akan menangani hal-hal terkait koordinatif infrastruktur dan utilitas dasar. Ia tidak khawatir akan terjadi tumpang tindih kebijakan. “Badan Otorita itu akan otoritatif di zona otoritatif, yaitu di Purworejo dengan luas zona 309 hektare. Di luar itu kembali ke pemerintahan biasa,” ujarnya.

Menurutnya, untuk mendatangkan 2 juta wisatawan mancanegara ke Candi Borobudur dan kawasan strategis pariwisata nasional di Jateng dan Daerah istimewa Jogjakarta bisa mudah. Syaratnya, akses untuk menuju wilayah ini juga mudah. Oleh karena itu perlu dibangun bandara internasional yang lebih representatif. Bandara yang ada sekarang sudah “overload”.

“Terlalu jauh kalau mau dibandingkan dengan Angkor Wat yang sekarang sudah mencapai 2.5 juta pengunjung. Itu hanya satu candi yang tidak lebih besar dari borobudur,” katanya.

Infrastruktur untuk mendukung konektivitas ke Borobudur juga terus digenjot, diantaranya melalui pembangunan Bandara Kulon Progo, kereta api bandara, jalan tol, pelabuhan kapal pesiar Tanjung Mas, dan lainnya. Pembentukan BOP Borobudur bukan hanya untuk menggenjot pendapatan dari sektor wisata, melainkan juga menjaga situs warisan dunia itu agar tetap lestari untuk generasi mendatang. Target 2 juta wisman ini diharapkan sudah bisa tercapai pada 2019 mendatang.

Sementara Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Ridwan Djamaluddin mengatakan, untuk menghargai karya besar peradaban manusia tidak cukup dengan menikmatinya, tapi juga harus melestarikannya.

“Kemenko Maritim telah mengkoordinasikan dan mengendalikan pembentukan Badan Otorita Pariwisata Borobudur, aspek legal, teknis, dan SDM,” tegas Ridwan.

BOP akan memiliki konsep wisata yang menjaga kelestarian Borobudur. Konsep itu adalah menikmati Borobudur, tidak perlu menyentuh Borobudur. “Keberadaan Badan Otorita justru untuk membantu upaya konservasi,” jelasnya. (vie/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Teknologi yang Manusiawi

RADARSEMARANG.COM - Perkembangan teknologi yang begitu dahsyat pada dekade terakhir ini telah dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat di berbagai sektor. Di sektor hiburan, dapat...

Giliran Kadus Kena Tegur Panwas

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Pelanggaran kampanye oleh perangkat desa kembali terjadi di pada Proses Pilkada Magelang 2018. Kali ini pelanggaran dilakukan oleh Kepala Dusun (Kadus)...

Pagi Kerja, Malam Kuliah

BEKERJA sembari kuliah memberikan cukup banyak pengalaman menarik bagi Putri Nanda Noviani. Selain teman yang semakin banyak, ilmu yang didapat bisa langsung diaplikasikan dalam...

Tumbuhkan Kesadaran Berkonsititusi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mahkamah Konsititusi (MK) Republik Indonesia, kembali menggelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia 2018, yang digelar di Universitas Negeri...

Belum Ada Parpol Daftar Peserta Pemilu

UNGARAN–Sejak KPU Kabupaten Semarang membuka pendaftaran peserta pemilu 2019 sejak Senin (2/10) lalu, belum ada satupun partai politik yang mendaftarkan diri. Padahal pelaksanaan pendaftaran...

Kampung Organik Sudah Menghasilkan

MAGELANG—Warga Kampung Pinggirrejo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magelang Utara, Kota Magelang, menyatakan kampungnya sebagai kampung organik. Warga setempat mengklaim, program kampung organik bisa mengurangi permasalahan...