PPS Dilaporkan ke DKPP

292

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Salatiga melaporkan seorang Panitia Pemungutan Suara (PPS) di Kelurahan Sidorejo Lor ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Dalam laporannya, anggota PPS tersebut diduga melanggar kode etik karena menggunakan atribut partai politik.

Ketua Panwas Agung Ari Mursito menuturkan, pada 30 Desember 2017, pihaknya mendapatkan laporan bahwa ada PPS yang beberapa bulan sebelum dilantik, ikut menggunakan seragam partai dan mengikuti acara pelantikan pengurus ranting partai politik. Laporan tersebut kemudian ditindak lanjuti dan diproses.

Dalam laporan yang disampaikan, kejadian berlangsung pada 23 April 2017. Sementara pelantikan PPS dilakukan pda November 2017. Salah satu syarat menjadi PPS adalah lima tahun tidak berpartai politik. “Berdasarkan data dan bukti yang kita kumpulkan, kajian panwas menyatakan PPS tersebut melanggar kode etik penyelenggara pemilu. Andaipun dia bukan pengurus partai politik, namun menggunakan atribut parpol jelas merupakan pelanggaran,” jelas Agung Ari.

Dijelaskan dia, laporan itu berupa foto dan kemudian dicari bukti lain, termasuk dari website partai yang dimaksudkan dan diketemukan bukti pendukung. Usai kesimpulan tersebut, kemudian pada 21 Januari 2018, Panwas mengadukan yang bersangkutan ke DKPP dengan tuntutan diberhentikan dengan tetap. Aduan tersebut oleh DKPP dinyatakan memenuhi syarat administrasi dan pada 25 Januari dikirim kembali ke KPU untuk dilakukan pemeriksaan internal karena yang diadukan bersifat ad hoc. Hingga kini, Panwas dan DKPP masih menunggu pemeriksaan internal.

Terpisah, ketua KPU Kota Salatiga Putnawati saat dikonfirmasi menyatakan jika pihaknya tengah mengumpulkan keterangan dari para pihak terkait. (sas/ton)