Pemda Tangani Bencana Alam Dengan Quick Respons

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Kecamatan Paninggaran, Petungkriyono, Lebakbarang, Kandangserang dan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan merupakan daerah merah atau rawan bencana alam berupa longsor yang terjadi setiap musim penghujan. Namun kondisi ini tidak membuat warga yang ada di daerah tersebut khawatir.

Pasalnya dalam penanganan bencana yang ada di Kabupaten Pekalongan, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menerapkan sistem quick response atau respon cepat dengan hadir di tempat. Tujuannya agar bisa mengambil tindakan yang cepat, memberikan solusi dan penanganan yang cepat, sesuai harapan para korban musibah bencana alam, baik longsor, banjir atau bencana lainnya.

Seperti yang terjadi dalam sepekan terakhir. Longsor di wilayah perbatasan Desa Bodas dan Klesem, Kecamatan Kandangserang yang sempat mengisolir ratusan kepala keluarga di Desa Klesem, Sabtu (3/2) lalu, akhirnya bisa terbuka kembali. Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, yang didampingi Sekretaris Daerah Mukaromah Syakoer MM dan beberapa kepala Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) terkait, langsung mendatangi lokasi longsor untuk membantu hingga akses jalan Desa Bodas Klesem ini dapat dilalui. Akses jalan akhirnya kembali normal dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat.

Tindakan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi dengan menerapkan sistem quick response atau respons cepat yang hadir di tempat, didukung sepenuh oleh anggota TNI, Polri , PMI, Pramuka, Tagana, Banser, dan seluruh OPD terkait serta masyarakat sekitar. Mereka bergotong royong dan kerja bakti pada setiap bencana yang ada di wilayah Kabupaten Pekalongan.

“Dengan sistem quick response atau respons cepat yang kita terapkan dan kita hadir langsung pada saat kejadian bencana, maka bisa langsung memberikan solusi, mengkoordinir dan memberikan solusi penanganan yang tepat. Termasuk penanganan bencana longsor dan banjir yang baru saja terjadi beberapa waktu lalu,” jelas Bupati Asip, Jumat (9/2).

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -