Muslimat NU Kobarkan Semangat Persatuan

295
SANTAI - Wakil Bupati Batang Suyono bersama Muspika Kecamatan Limpung, anggota DPRD Batang Muafi dan Kades Kalisalak Suwondo serta Ustadz KH Arja Imroni dalam acara Anjangsana Fatayat Muslimat NU Kecamatan Limpung, Minggu (11/2). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SANTAI - Wakil Bupati Batang Suyono bersama Muspika Kecamatan Limpung, anggota DPRD Batang Muafi dan Kades Kalisalak Suwondo serta Ustadz KH Arja Imroni dalam acara Anjangsana Fatayat Muslimat NU Kecamatan Limpung, Minggu (11/2). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Organisasi Fatayat Muslimat NU selalu memegang prinsip semangat persatuan. Hal tersebut terungkap dalam setiap kesempatan kegiatan Anjangsana Fatayat Muslimat NU, yang kali ini digelar oleh cabang Kecamatan Limpung, Minggu (11/2).

Acara yang dilakukan setiap Minggu Pahing kali ini ditempatkan di Dukuh Gumingsir Desa Kalisalak Kecamatan Limpung. Turut hadir dalam kesempatan ini Wakil Bupati Batang Suyono, anggota DPRD Batang Muafi, Muspika dan ribuan Nahdliyin. Tujuan kegiatan untuk mempererat tali persaudaraan sesama warga NU, penyampaian program-program NU dan pembekalan mental.

KH Arja Imroni yang mengisi tausiah memaparkan pentingnya menjaga persatuan dan kerukunan. Terutama bagi kalangan NU yang tergabung Fatayat Muslimat. “Kita sebagai warga negara Indonesia dan NU, hendaklah menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Karena itu kita tetap harus saling tolong menolong sebagai sesama manusia tanpa memandang agama, keyakinan, golongan ataupun daerah asal,” ucap Dosen UIN Walisongo Semarang tersebut.

Ketua Tanfidziyah NU Kecamatan Limpung Syaikhur Rozi dalam kesempatan tersebut juga melaporkan beberapa agenda yang sedang dilaksanakan organisasinya. Di antaranya pembangunan Klinik Rawat Inap NU yang sudah memasuki tahap pembangunan fisik. “Alhamdulillah sambutan warga NU sangat antusias. Kita sudah punya lahan 3500 meter persegi dan tadi sudah ada yang menyanggupi untuk menambah luas lahan dengan membebaskan tanah sekitar,” ucapnya.

Dengan adanya fakta tersebut, pihaknya berharap nantinya ada lahan 1 hektare untuk klinik. Sehingga pada akhir tahun 2018, klini milik warga NU tersebut sudah beroperasi. Disampaikan juga pengumpulan dana warga NU selama 4 bulan sudah mencapai Rp258.557.750 yang akan digunakan untuk kemanusiaan.

Wakil Bupati Batang Suyono mengimbau warga NU untuk selalu menjaga diri dan mengantisipasi bahaya narkoba. Bahaya informasi keterbukaan dan penyalahgunaan telepon genggam juga disinggung. Untuk itu diingatkan agar para orang tua mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas. (han/sct/ton)