Keluarga Pendidikan Utama dan Pertama

398
TAUSIAH : Guru Besar FITK UIN Walisongo Semarang, saat mengisi tausiah di Pengajian Ahad Pagi Bersama yang bertempat di halaman SMP Islam Terpadu PAPB Jalan Panda Barat Pedurungan, Minggu (11/2). (IST)
TAUSIAH : Guru Besar FITK UIN Walisongo Semarang, saat mengisi tausiah di Pengajian Ahad Pagi Bersama yang bertempat di halaman SMP Islam Terpadu PAPB Jalan Panda Barat Pedurungan, Minggu (11/2). (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Manusia itu dikatakan sebagai homoeducandum, yakni harus dididik. Karena manusia perlu dididik, maka yang penting tergantung siapa yang mendidiknya.

Hal itu disampaikan Prof Fatah Syukur, Guru Besar FITK UIN Walisongo Semarang, saat mengisi tausiah di Pengajian Ahad Pagi Bersama yang bertempat di halaman SMP Islam Terpadu PAPB  Jalan Panda Barat Pedurungan, Minggu (11/2).

Dalam pemaparannya, Fatah menyorot fenomena kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelajar. Berkaca dari fenomena tersebut, maka fungsi pendidikan yang pertama dan utama, yakni keluarga, harus ditingkatkan. Sekolah sifatnya sebatas membantu orang tua, karena hakekat sebenarnya pendidikan itu bersifat fisik dan psikis.

Fisik bisa diaplikasikan dengan tatap muka atau transformasi keilmuan, sedangkan psikisnya dengan sentuhan rohani (pendidikan agama yang baik). Oleh karena itu, agar hakekat pendidikan tercapai, secara nalar dan spiritual perlu diseimbangkan materinya melalui lembaga pendidikan Islam yang baik, untuk selanjutnya ditindaklanjuti orang tua kala anak di rumah.

“Jadi, sebagai orang tua yang bijak, mendidik anak tidak lantas selesai dengan hanya mengasih uang jajan atau membayar SPP, melainkan perlu pola berkesinambungan mendidiknya,” pungkasnya.

Hadir di pengajian tersebut, Ketua Umum Yayasan Amal PAPB, Prof Ali Mansyur, Kepala SMP IT PAPB Ramelan, segenap pengurus Achmad Fuad, Supangat, Abdul Kodir, ratusan jamaah PAPB, orang tua murid, guru dan tenaga kependidikan, serta siswa. (*/zal)

Silakan beri komentar.