DIKEBUT: Topping off atau penutupan atap Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Minggu (11/2) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIKEBUT: Topping off atau penutupan atap Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani, Minggu (11/2) kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANGTopping off atau penutupan atap Terminal Baru Bandara Internasional Ahmad Yani telah dilakukan, Minggu (11/2) kemarin. Ini menjadi momentum percepatan pembangunan agar bisa digunakan untuk arus mudik Lebaran tahun ini. Meski begitu, bisa dipastikan belum bisa digunakan secara optimal. Sebab, bandara terapung pertama di Indonesia ini akan selesai seluruhnya pada awal 2019.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku senang karena bandara baru yang diidam-idamkan masyarakat Jateng sudah hampir selesai. Sebab, seingatnya sudah tiga gubernur yang mencoba mengerjakan proyek bandara baru, namun tidak juga selesai.

“Saya tidak tahu berapa presiden, berapa Menteri Perhubungan yang mengawal ini. Yang saya tahu tiga gubernur memulai ini. Dua senior saya, Pak Mardiyanto dan Pak Bibit. Tapi sekarang sudah kelihatan hasilnya,” jelasnya.

Orang nomor satu di Jateng ini mengaku selalu memantau secara rutin pekerjaan pembangunan bandara. Bahkan dia sering bersepeda di sekitar bandara untuk melihat pengerjaannya. “Saya baca-baca di media, sudah ada yang menulis tempat-tempat terunik di dunia, dan bandara baru ini salah satunya,” katanya.

Menteri Pekerjaan Umum Budi Karya Sumadi yang hadir dalam topping off berharap, bandara baru di Semarang ini mampu menjadi solusi masalah over capacity yang kerap terjadi di Semarang. Jika selama ini hanya mampu menampung 800 ribu penumpang per tahun, terminal bandara mendatang bakal menampung sembilan kali lipatnya, sekitar 6 juta penumpang per tahun.

Terminal bandara baru ini memiliki luas 58.652 meter persegi atau sembilan kali lebih luas dibanding terminal lama yang hanya 6.708 meter persegi. Luasan apron mencapai 75.522 meter persegi dan dapat menampung 13 pesawat narrow body.