Jual Beli Akun Driver Ojek dan Taksi Online

Dijual Hingga Rp 1 Juta, Ada Juga yang Pakai Aplikasi Tuyul

747
TUNGGU ORDER: Saat ini akun driver ojek dan taksi online banyak dijualbelikan. Tampak, seorang driver taksi online tengah mengecek aplikasi di handphone-nya. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU ORDER: Saat ini akun driver ojek dan taksi online banyak dijualbelikan. Tampak, seorang driver taksi online tengah mengecek aplikasi di handphone-nya. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Akun driver transportasi online, baik ojek maupun taksi online, kini banyak diperjualbelikan. Harganya mulai Rp 300 ribu-Rp1 juta per akun. Biasanya vendor menawarkannya di media sosial Facebook. Jual beli akun ini marak setelah banyak driver yang kena putus mitra (PM) dari penyedia jasa transportasi online.  Agar tetap bisa ‘narik’, para driver ini pun rela membeli akun driver ojek maupun taksi online atas nama orang lain.

ANDA yang kerap menggunakan transportasi online barangkali sering mengalami kejadian, wajah driver tak sesuai foto di aplikasi, atau kendaraan yang dipakai tak sama dengan di aplikasi, termasuk pelat nomornya. Kalau terjadi demikian, kemungkinannya bisa jadi si driver menggunakan akun driver milik orang lain. Atau driver tersebut membeli akun driver orang lain.

Ya, jual beli akun driver ojek dan taksi online kini marak. Salah satu driver ojek online, Herdiyan (bukan nama sebenarnya) membenarkan praktik jual beli akun driver tersebut. Oknum penjualnya pun dari kalangan sesama driver ojek daring yang identik dengan warna hijau tersebut. Sasaran ‘konsumennya’ biasanya para driver yang kena PM.

Dijelaskan, pengguna dari akun hasil transaksi jual beli sangat mudah diketahui. Di antaranya, foto, nomor dan jenis kendaraan yang digunakan berbeda dengan yang tertera di akun driver saat order. Selain itu, biasanya driver akun hasil pembelian ini tidak menerima order yang pambayarannya menggunakan go pay. “Kalau bayar pakai go pay, yang senang pemilik akun aslinya,” ujarnya.

Ia mengaku penah ditawari akun driver dari penjual yang juga oknum driver ojek online. “Pernah, ditawari satu akun Rp 500 ribu. Tapi yang aneh, dia nggak ninggalkan nomor telepon, dia cuma bilang kalau berubah pikiran cari ke pangkalan Simpang Lima saja. Selain harganya lumayan mahal, saya pikir ngapain punya dua akun, wong satu saja sudah ribet dengan pekerjaan yang lain,” katanya.

Herdiyan menambahkan, pernah menemui penumpang yang kebingungan mencari driver lantaran jenis kendaraan maupun pelat nomor yang tertera dalam pemesanan tidak ada, dan driver tidak memberikan petunjuk penjemputan yang jelas saat menelepon. “Penumpang kan lihatnya pelat nomor, mungkin untuk kasus itu (driver) yang beli ndilalah bukan atau belum pernah ikut jasa ojek online. Selain itu nomornya beda, penumpang telepon juga tidak nyambung ke nomornya (driver), tapi drivernya juga kurang pintar,” terangnya sambil tertawa.