Dewan Sorot Buruknya Drainase Pasar

206

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang meminta Pemkab Semarang untuk lebih menata drainase di pasar tradisional. Sebab selama ini luput dari perhatian. Kondisi tersebut dapat menyebabkan genangan dan membuat pasar menjadi kumuh, termasuk berimbas pada lingkungan sekitar.

“Sehingga kondisi saluran air di seputaran pasar tradisional lebih tertata dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat terutama warga yang tinggal di sekitar pasar,” kata Badrudin, Minggu (11/2).

Ia mencontohkan drainase di Pasar Bringin. Sistem drainase yang tidak tertata dengan baik, air yang seharusnya masuk ke selokan, malah membludak sampai ke jalan. “Bahkan airnya sampai masuk ke permukiman warga,” ujarnya.

Parahnya selain air, luapan tersebut juga membawa material sampah. Tak jarang saat usai meluap, banyak sampah berserakan di tengah jalan. “Tiga tahun ini air dari saluran sering meluap ke jalan,” katanya.

Menurutnya, semua pembangunan termasuk bangunan toko-toko di seputaran pasar harus memperhatikan kondisi drainase. “Kondisi saat ini saluran yang ada di depan toko tertutup cor beton, sehingga kondisi saluran airnya tidak bisa dicek ketika airnya meluap,” katanya.