Dengan Game, Belajar Matematika Jadi Menyenangkan

Yedija Prima Putra Ciptakan Game Edukasi dengan Sensor Inframerah

392

Menurut dia, cara bermain menggunakan teknologi sensor Kinect cukup mudah, di mana alat Kinect tersebut diletakkan di depan layar, sang pemain pun berdiri pada jarak sekitar 2 meter dari posisi Kinect berada. Nantinya, Kinect dapat mendeteksi posisi pemain berada menggunakan sensor inframerah di mana Kinect akan memancarkan sinar inframerah ke segala titik, kemudian dikumpulkan dalam satu titik dan diolah menjadi bentuk 3 dimensi.

Selanjutnya, setelah terbentuk 3 dimensi, Kinect akan membedakan mana yang manusia dan mana yang bukan. Pada penelitian sebelumnya, yang menggunakan sensor inframerah dengan proximity censor, sinar inframerah dipancarkan ke satu titik untuk mendeteksi gerakan, sehingga peserta akan bergerak maju dan mundur untuk menjalankan kursor.

“Selain mengembangkan game tersebut dengan tujuan edukasi, saya juga membandingkan penggunaan sensor inframerah dengan bantuan alat Kinect dan sensor ultrasonik untuk skripsi saya,” ujarnya.

Prima menjelaskan, pada sensor ultrasonik, dipantulkan gelombang suara yang mendeteksi jarak pemain pada satu titik, sehingga pemain akan bergerak maju dan mundur. Dalam skripsi yang dibuatnya, Prima mencoba membandingkan keduanya berdasar beberapa parameter, seperti jarak optimal, derajat horizontal (lebar persebaran titik yang dapat dideteksi), derajat vertikal, kemiringan benda, dan transparansi benda.

“Salah satu hasilnya, untuk sensor ultrasonik tidak dapat bekerja dalam posisi miring. Saya berharap perbandingan tersebut menghasilkan rekomendasi pemanfaatan sensor dalam pengembangan game edukasi di konsol,” tandas Prima. (*/aro)