Urgensi  Mempelajari  Sejarah

349
Oleh: Nugraharini Kusumawati SPd
Oleh: Nugraharini Kusumawati SPd

RADARSEMARANG.COM – KEMAJUAN teknologi merupakan suatu yang tidak bisa kita hindari dimasa sekarang. Teknologi telah merubah kehidupan manusia secara keseluruhan disegala sendi aspek kehidupan. Di era digital seperti sekarang ini generasi muda adalah mereka yang paling cepat update dan menguasai kemajuan teknologi yang terus melaju dengan pesat. Apa saja yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan dengan mudah dengan memanfatkan perangkat digital seperti gadget atau komputer dengan fasilitas layanan internet.

Arus modernisasi yang serba digital ini generasi muda seakan terhipnotis dan terlena dengan dengan perkembangan teknologi yang semakain canggih tanpa menghiraukan masa lalu. Berbicara mengenai masa lalu maka kita tidak bisa lepas dari sejarah, kebanyakan generasi muda cenderung menganggap sejarah itu seperti dongeng pengantar tidur, yang hanya membicarakan masa yang sudah berlalu.

Pola pikir seperti ini sudah mulai melekat pada generasi muda terutama pada pelajar, bila kita coba tanyakan kepada pelajar mengenai pandangan mereka tentang pelajaran sejarah, mayoritas akan menjawab bahwa pelajaran sejarah itu membosankan hanya menghafal dan mempelajari hal yang tidak update seperti fosil yang sudah berusia ratusan tahun. Selain pelajar tidak, sedikit pula orang tua yang berpandangan bahwa pelajaran sejarah dirasa tidak terlalu penting karena hanya sebagai mata pelajaran pelengkap yang tidak masuk dalam Ujian Nasional (UN).

Untuk mengubah pola pikir semacam itu maka peran pendidikan dan keluarga sangat urgen. Tugas berat ini akan terbebankan terutama pada guru mata pelajaran sejarah. Bagaimana siswa bisa tertarik dengan sejarah? Karena itu, Guru hendaknya bisa menerjemahkan pengalaman yang telah lalu dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik.

Kalau kita kaji lebih dalam lagi sebenarnya mempelajari sejarah bisa menjadikan bahan pertimbanagan dalam melakukan tindakan dimasa yang akan datang. Pelajaran sejarah tidak hanya menghafal nama tokoh ataupun tanggal dan tanggal saja. Sejarah pada hakekatnya adalah mempelajari peristiwa pada masa lampau untuk cambuk pada masa yang akan datang. Karena peristiwa-peristiwa yang telah terjadi ada hubungan erat dengan masa sekarang, mempelajari sejarah tidak lepas dari “sebab-akibat”. Sebuah peristiwa terjadi karena ada sebab, dan sebuah peristiwa juga mempuyai akibat. Dari situ kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi sebagai gambaran untuk kita menentukan langkah ke depan agar peristiwa yang buruk di masa lalu tidak terulang.