33 C
Semarang
Jumat, 29 Mei 2020

Urgensi  Mempelajari  Sejarah

Another

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

RADARSEMARANG.COM – KEMAJUAN teknologi merupakan suatu yang tidak bisa kita hindari dimasa sekarang. Teknologi telah merubah kehidupan manusia secara keseluruhan disegala sendi aspek kehidupan. Di era digital seperti sekarang ini generasi muda adalah mereka yang paling cepat update dan menguasai kemajuan teknologi yang terus melaju dengan pesat. Apa saja yang mereka inginkan bisa mereka dapatkan dengan mudah dengan memanfatkan perangkat digital seperti gadget atau komputer dengan fasilitas layanan internet.

Arus modernisasi yang serba digital ini generasi muda seakan terhipnotis dan terlena dengan dengan perkembangan teknologi yang semakain canggih tanpa menghiraukan masa lalu. Berbicara mengenai masa lalu maka kita tidak bisa lepas dari sejarah, kebanyakan generasi muda cenderung menganggap sejarah itu seperti dongeng pengantar tidur, yang hanya membicarakan masa yang sudah berlalu.

Pola pikir seperti ini sudah mulai melekat pada generasi muda terutama pada pelajar, bila kita coba tanyakan kepada pelajar mengenai pandangan mereka tentang pelajaran sejarah, mayoritas akan menjawab bahwa pelajaran sejarah itu membosankan hanya menghafal dan mempelajari hal yang tidak update seperti fosil yang sudah berusia ratusan tahun. Selain pelajar tidak, sedikit pula orang tua yang berpandangan bahwa pelajaran sejarah dirasa tidak terlalu penting karena hanya sebagai mata pelajaran pelengkap yang tidak masuk dalam Ujian Nasional (UN).

Untuk mengubah pola pikir semacam itu maka peran pendidikan dan keluarga sangat urgen. Tugas berat ini akan terbebankan terutama pada guru mata pelajaran sejarah. Bagaimana siswa bisa tertarik dengan sejarah? Karena itu, Guru hendaknya bisa menerjemahkan pengalaman yang telah lalu dalam kehidupan yang bermakna bagi peserta didik.

Kalau kita kaji lebih dalam lagi sebenarnya mempelajari sejarah bisa menjadikan bahan pertimbanagan dalam melakukan tindakan dimasa yang akan datang. Pelajaran sejarah tidak hanya menghafal nama tokoh ataupun tanggal dan tanggal saja. Sejarah pada hakekatnya adalah mempelajari peristiwa pada masa lampau untuk cambuk pada masa yang akan datang. Karena peristiwa-peristiwa yang telah terjadi ada hubungan erat dengan masa sekarang, mempelajari sejarah tidak lepas dari “sebab-akibat”. Sebuah peristiwa terjadi karena ada sebab, dan sebuah peristiwa juga mempuyai akibat. Dari situ kita bisa mengambil hikmah dari peristiwa yang terjadi sebagai gambaran untuk kita menentukan langkah ke depan agar peristiwa yang buruk di masa lalu tidak terulang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

More Articles Like This

Must Read

Diskusi Kelompok Menumbangkan Sikap Antisosial Siswa

RADARSEMARANG.COM - KEMAJUAN teknologi informasi komunikasi saat ini sangat berpengaruh langsung terhadap siswa. Berkembangnya perangkat informasi yang semakin  canggih mengakibatkan semua orang disibukkan dengan...

Siapkan Dua Pemain Muda

SEMARANG – Head coach PSIS, Subangkit, menyiapkan dua pemain muda, Tegar Infantri Sukamto, dan Albi Lanju Pamungkas untuk turun sebagai starter pada laga uji...

Menyikapi Musibah Di Masa Iddah

Pertanyaan : RADARSEMARANG.COM - Assalamu’alaikum Bapak DR. KH. Ahmad Izzuddin, M. Ag di Radar Semarang yang saya hormati dan dimuliakan oleh  Allah SWT. Saya ingin...

Dua Halte BRT Dibiarkan Ambruk

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Dua halte Bus Rapid Transit (BRT) di Kabupaten Semarang dibiarkan ambruk. Yakni, Halte Lemah Bang, tepatnya di depan bengkel Sumber Motor atau di...

BKK Pringsurat Disorot Dewan

TEMANGGUNG—Kalangan DPRD Kabupaten Temanggung mempertanyakan kondisi keuangan PD BKK Pringsurat. Sebab, progress BUMD milik Pemkab Temanggung itu tidak menggembirakan. Yang terjadi, tidak ada kontribusi...

Aturan Rumit, Rawan Dicurangi

WONOSOBO – Aturan sepak takraw yang rumit kerap dimanfaatkan oknum wasit untuk berbuat tidak fair. Terlebih, masyarakat yang menonton terkadang belum bisa menjadi kontrol...