Saat Masuk SMK, Berat Badan Hampir 1,5 Kuintal

Siswa-Siswa Obesitas yang Tetap Percaya Diri

903
SUPEL: Helmi Sakti Desmoari Ilham, siswa kelas XII jurusan Multimedia SMK Negeri 11 Semarang yang memiliki berat badan 135 kg. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SUPEL: Helmi Sakti Desmoari Ilham, siswa kelas XII jurusan Multimedia SMK Negeri 11 Semarang yang memiliki berat badan 135 kg. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Para siswa ini memiliki berat badan jauh di atas normal alias obesitas. Namun ketiganya tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi.

POSTUR tubuh Helmi Sakti Desmoari Ilham paling menonjol di kelasnya, XII-Multimedia SMK Negeri 11 Semarang. Sebenarnya tinggi badannya hanya 162 sentimeter. Namun yang membuatnya menonjol adalah berat badannya yang mencapai 135 kg. Di usianya 18 tahun, berat badan Helmi ini tergolong di atas normal alias obesitas. Meski demikian, Helmi merasa enjoy dan tidak minder. Bahkan, meski kerap dipanggil “Ndut”, ia tetap percaya diri mengejar cita-citanya menjadi seorang masinis.

“Teman-teman kalau manggil saya Ndut. Ya, ndak masalah. Saya tetap enjoy aja,” katanya santai saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Nama Helmi sendiri cukup populer di sekolahnya. Ia juga mudah bergaul dengan siapa saja. Laki-laki maupun perempuan. Helmi juga dikenal humoris.

Baginya, lingkungan sekolah merupakan keluarga kedua, setelah keluarganya di rumah yang tinggal di Jalan Karangrejo 5 Banyumanik, Semarang.

“Kalau pulang sekolah gak dijemput ya bareng-bareng sama teman-teman. Kadang naik angkot, kadang mbonceng kendaraan teman, kadang ya jalan kaki. Rumah saya kan tidak jauh dari sekolah,” akunya.

Helmi mengaku, memiliki badan jumbo sejak usia Taman Kanak Kanak (TK). Berat badannya terus melebar saat duduk di bangku SD  Negeri Banyumanik 2 Semarang.