RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – DPRD Jateng meminta masyarakat lebih waspada terhadap bencana alam. Mengingat hampir semua darah di Jateng rawan bencana longsor, banjir, sampai bencana tsunami.

Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Abdul Hamid mengatakan bahwa siaga bencana sangat diperlukan sedari dini. Sebab, semakin masyarakat paham, akan meminimalisasi jumlah korbannya. “Masyarakat harus terus diberikan edukasi sadar bencana. Ini sangat penting mengingat Jateng rawan bencana tiap tahunnya,” katanya.

Ia menambahkan, harusnya ada kebijakan tegas penataan kota di Jateng. Kawasan lindung, perbukitan harus dilarang untuk pemukiman penduduk. Karena selain sangat berbahaya, sebagai upaya menjaga lingkungan. “Jika semua diubah menjadi kawasan permukiman, Jateng akan terus terjadi bencana. Sebesar apapun anggaran yang dikeluarkan tetap kurang,” tambahnya.

Anggota Komisi E DPRD Jateng, Karsono meminta seluruh masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi bencana alam. Jateng termasuk wilayah yang rawan bencana terutama saat ini sedang menghadapi perubahan iklim. Dampak dari perubahan iklim menciptakan cuaca ekstrim yang berpotensi terjadi bencana besar. “Banyak bencana yang timbul akibat cuaca ekstrim seperti banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung,” katanya.

Ia menambahkan, bencana angin puting beliung bisa terjadi kapan saja dan secara mendadak, sebagian besar angin badai ini tercipta melalui proses beberapa jam. Bencana angin badai ini bisa terpantau melalui satelit. Satelit mampu mengetahui arah angin topan, namun perubahan cuaca yang signifikan membuat bencana angin badai sulit diprediksi. “Masyarakat di Jateng, utamanya di wilayah rawan harus memiliki struktur bangunan yang dapat memenuhi syarat teknis sehingga tahan dari hempasan angin terutama angin besar,” tambahnya. (fth/ida)