Jadi Istri Gubernur, Ada Nggak Enaknya

Siti Atikoh Ganjar Pranowo

472
RAJIN OLAHRAGA : Siti Atikoh selalu memanfaatkan hari Minggu dengan sepedaan dari Puri Gedeh di bilangan Gajahmungkur menuju car free day (CFD) di Jalan Pahlawan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RAJIN OLAHRAGA : Siti Atikoh selalu memanfaatkan hari Minggu dengan sepedaan dari Puri Gedeh di bilangan Gajahmungkur menuju car free day (CFD) di Jalan Pahlawan. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Bagi sebagian kaum hawa, menjadi istri seorang pemimpin daerah bisa jadi sebuah mimpi. Akan ada banyak predikat yang otomatis disandang. Termasuk previlage atau hak istimewa yang nyaris sama dengan orang nomor satu di daerahnya. Tapi ternyata, ada sisi lain yang tidak mengenakkan menjadi istri seorang gubernur. Seperti yang dirasakan Siti Atikoh Ganjar Pranowo. Seperti apa?

ADAKALANYA, Atikoh merasa tidak bisa menjadi sosok istri yang sebenarnya. Terutama cara berkomunikasi dengan suaminya. Jika wajarnya dalam hubungan keluarga selalu ada prosesi bermesaraan lewat obrolan, tapi tidak bagi Atikoh. Maklum, Ganjar sebagai Gubernur Jateng selalu sibuk mengurusi warganya. Bahkan saban Minggu, selalu ada jadwal luar kota untuk menyapa dan menyerap aspirasi penduduk Jateng.

Praktis, waktu bercengrama banyak tersita. “Ngobrol pasti ada. Tapi tidak sesering sebelum Mas Ganjar jadi gubernur. Sekarang, dalam seminggu, paling hanya beberapa kali bisa ngobrol yang benar-benar ngobrol. Biasanya sambil nonton televisi. Menceritakan aktivitas masing-masing,” terangnya.

QUALITY TIME : Bersama suami, Ganjar Pranowo dan anak semata wayangnya Muhammad Zidane Alam Ganjar, Siti Atikoh meluangkan waktu berwisata bareng. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
QUALITY TIME : Bersama suami, Ganjar Pranowo dan anak semata wayangnya Muhammad Zidane Alam Ganjar, Siti Atikoh meluangkan waktu berwisata bareng. (DOK PRIBADI FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

Tersitanya komunikasi juga terjadi pada anak semata wayangnya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Maklum, ketika menjadi isri gubernur, otomatis Atikoh juga menjabat sejumlah organisasi di Jateng, seperti Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Dekranasda, dan sejumlah oragansiasi lain.

Meski begitu, sebagai seorang ibu, dia tetap berusaha menjadi orang tua yang baik. Semaksimal mungkin selalu ada ketika dibutuhkan. “Saya dan Mas Ganjar saling membantu, terutama untuk urusan sekolah. Ketika ambil rapot, kami selalu mengusahakan untuk mengambil sendiri. Tidak lewat perwakilan,” jelasnya.

Saat mengambilkan rapot di sekolah, lanjutnya, merupakan waktu paling tepat untuk mengenal lingkungan sekolah anaknya. Dia bisa tanya dengan wali kelas, guru atau teman-teman sekolah Alam. Bagaimana Alam ketika di sekolah, bagaimana pergaulannya, lifestyle-nya seperti apa, dan lain sebagainya.