Gunakan Ban Standar Lebih Aman

877
HARUS TELITI: Saat pemasangan jangan sampai terbalik agar tidak slip. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARUS TELITI: Saat pemasangan jangan sampai terbalik agar tidak slip. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – MENGUBAH Tampilan mobil dibagian kaki-kaki dengan alasan mempercantik tampilan mobil sebenarnya sah-sah saja. Namun modifikator tetap harus mempertimbangkan segi keamanan dan kenyamanan kendaraan itu sendiri. Idealnya modifikasi velg dan ban masih diperkenakan dengan toleransi naik dua tingkat,

Owner Dunlop Shop Roda Jaya Semarang, Thomas Wayono mengatakan jika kenyamanan kendaraan dalam segala musim lebih direkomendaskan menggunakan ukuran velg atau ban bawaan pabrik. Pasalnya dari pabrikan, ukuran bawaan tersebut sudah mempertimbangkan berbagai segi mulai dari cengkaraman, keamanan, hingga kekuatan mesin. “Karena ban adalah element vital kendaraan, jadi untuk segi kenyamanan dan keamanan tentu lebih direkomendasikan menggunakan ban standart,” katanya.

Ia menjelaskan ban sebenarnya memiliki empat elemen vital, yakni untuk menahan beban mobil dan mautannya, untuk melaju dan berhenti, untuk menikung atau gaya setifugal serta untuk kelenturan serta keamanan dan kenyamanan berkendara. Untuk merawat ban sendiri sebenarnya tidak sulit, asalkan sesuai dengan tekanan normal yakni ban depan mereka berada di kisaran 30-32 psi. Sedangkan untuk ban belakang, tekanan yang menjadi acuan sekitar 36-40 psi. “Jika terlalu keras ataupun kurang tekanannya akan merusak tekstur ban itu sendiri,” ucapnya..

Selain itu agar ban tetap prima, sebaiknya sebisa mungkin hindari menghantam lubang saat anda tengah melaju dengan kecepatan cukup tinggi. Namun jika memang kondisi jalan lalui kurang baik, jalankan mobil secara perlahan agar ban tidak menerima hantaman secara keras. “Selain itu jika tertusuk paku untuk ban tubeless, tidak boleh dicabut, karena akan membuat angin langsung habis dan tekanan beban pada ban menjadi terlalu berat. Ada baiknya langsung dicek di tukang tambal ban,”katanya.

Sementara untuk memilih jenis ban pada kendaraan menurutnya harus disesuaikan dengan jenis kendaraan. Apalagi setiap ban punya kembangan yang berbeda dan berfunsi untuk membelah air ketika hujan sehingga cengkaraman ban tetap kuat. “Tinggal mobil kita banyak dipakai di medan apa, krikil, lumpur atau aspal. Kalau hanya di aspal dan jalanan biasa ban regular sudah cukup untuk berkendara sehari-hari, kalau buat balap atau off road beda lagi jenisnya,” tuturnya.