BBWS Tuding Anggota Dewan Asal Ngomong

541

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana membantah bendungan di Sungai Sringin Lama, Sringin Baru dan Kali Tenggang yang dinilai oleh kalangan DPRD Kota Semarang, menjadi penyebab banjir di wilayah Genuk dan Kaligawe tidak kunjung surut.  Justru bendungan tersebut sebagai penahan rob air laut agar tidak masuk ke wilayah daratan di kawasan tersebut.

“Dewan kan enggak tahu teknisnya, tahunya hanya asal ngomong saja,” tuding Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Ruhban Ruzziatno, Sabtu (10/2).

Justru, kata dia, tanggul tersebut sangat membantu penanggulangan rob. “Pada waktu robnya (ketinggian air laut) rendah, sedangkan (elevasi) di Genuk tinggi, maka tanggul itu dibuka sedikit. Supaya air mengalir gravitasi menuju laut. Tidak hanya gravitasi saja, tapi juga didorong menggunakan pompa. Sehingga cukup kencang air dari Genuk menuju laut. Tapi kalau dibuka semuanya, yang bisa menangani rob itu siapa?” katanya.

Apabila tidak dibendung, rob masuk ke darat dan akan sangat merepotkan masyarakat. “Masyarakat kena, jalan kena. Kalau bendungan dibuka, air laut menuju ke darat yang bertanggungjawab siapa? Rob terjadi sehari dua kali, pagi dan sore. Siapa yang bisa menanggulangi rob setiap hari itu? Kalau tidak menggunakan tanggul. Cobalah dicerna sedikit,” bebernya.

Ruhban menegaskan, langkah melakukan pembendungan sungai telah melalui proses panjang dan telah dikaji mendalam. “Kami mengambil keputusan (pembendungan sungai) sudah melakukan kajian. Termasuk kajian akademisi dan sosialisasi kepada masyarakat. Tanggul saya bongkar pun boleh, tapi siapa yang berani tanggungjawab? Boleh saja berpendapat seperti itu, meski didukung akademisi. Tapi harus berani tandatangan, kalau terjadi rob mereka berani tanggungjawab. Bisa saja saya buka,” katanya.