Tahu Pong Karangsaru Tetap Eksis, Jaga Resep Asli

1838
KHAS : Menu tahu pong Karangsaru yang disajikan lengkap dengan kuah bumbu dan acar lobak. (Tahu Pong Karangsaru for Radar Semarang)
KHAS : Menu tahu pong Karangsaru yang disajikan lengkap dengan kuah bumbu dan acar lobak. (Tahu Pong Karangsaru for Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Selain lumpia, ada tahu pong yang menjadi menu wajib ketika berkunjung ke Semarang. Salah satu tempat legendaris untuk menikmati makanan berbahan utama tahu ini yakni kedai Tahu Pong Karangsaru yang sudah berdiri sejak tahun 1949.

“Kami masih menjaga resep asli selama hampir 70 tahun,” tutur  Izeline, generasi  ke3  Tahu Pong Karangsaru saat ditemui di warungnya Jalan Pringgading, Semarang.

Menurutnya, menjaga kualitas dan mempertahankan cita rasa menjadi kunci untuk tetap eksis sekaligus menjadi ciri khas Tahu Pong Karangsaru. Maka tidak heran jika selama ini kebanyakan yang datang ke tempatnya adalah para pelanggan setia.

“Yang datang ke sini itu turuntemurun. Dulu waktu kecil diajak bapaknya,  sekarang giliran sudah berkeluargamengajak keluarganya begitu seterusnya,” kata cucu dari Tjahtjo Samudro alias Seng Ting Hay pendiri Tahu Pong Karangsaru.

Pembelinya dari warga biasa sampai para pejabat negara yang tengah berkunjung Ke Semarang.

“Yang beberapa kali ke sini Pak Tjahjo Kumolo, belum lama ini juga mampir,ujarnya.

Bahkan, pernah mendapat orderan pada saat ada kegiatan presiden ke6 SBY di Semarang beberapa tahun yang lalu. “Pernah dapat pesanan waktu ada acara Presiden SBY di Akpol, tandasnya.

Satu porsi tahu pong disajikan dalam piring makan berisi tahu pong, telur bebek rebus yang sudah digoreng, gimbal dan emplek tergantung variasi menunya.

Untuk menikmatinya, kita bisa mencampurkan dengan kuah bersensasi rasa manis, gurih dan sedikit asin paduan dari kecap, petis dan bawang. Pelengkapnya, ada asinan segar dari lobak yang sangat cocok dipadukan dengan bumbu kuahnya.

“Yang jadi pembeda adalah rasa bumbunya yang khas, tambahnya. Bagi yang berselera pedas dapat menambahkan sedikit sambal hijau. Alhasil, selama ini banyak pelanggannya bolak-balik datang untuk mencicipi makanan ini.

Pelanggan dari Jerman tiap kali ke Semarang pasti mampir katanya kangen,” ungkapnya.

Tersedia lebih dari 10 variasi menu yang bisa dinikmati mulai dari harga Rp 16 ribu. “Ada pong emplek gimbal, pong gimbal telur dan emplek gimbal telur yang paling favorit, ” pungkasnya. (zen/lis)