Pindah Pedagang Kanjengan Ditunda 2019

394
FINISHING : Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, namun para pedagang Pasar Johar yang saat ini menempati relokasi MAJT akan dipindah setelah pembangunan empat lantai Johar Baru di Kanjengan selesai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FINISHING : Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, namun para pedagang Pasar Johar yang saat ini menempati relokasi MAJT akan dipindah setelah pembangunan empat lantai Johar Baru di Kanjengan selesai. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Meski pembangunan Pasar Johar Baru tahap I di lahan eks Kanjengan telah 100 persen, pedagang tidak jadi dipindah tahun 2018 ini. Namun, para pedagang Pasar Johar yang saat ini menempati relokasi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan dipindah setelah pembangunan empat lantai Johar Baru di Kanjengan selesai.

“Rencana semula akan dimasukkan akhir Februari 2018, tapi saya pending. Ternyata Kementerian Perdagangan berkeinginan memercepat penyelesaian di 2018. Yakni lantai 3 dan 4 akan diselesaikan pada 2018. Jadi total semuanya, lantai 1, 2, 3, dan 4, akan selesai awal 2019,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto, kemarin.

Karena itulah, pedagang akan dipindah secara keseluruhan pada awal 2019 atau menunggu seluruh bangunan Kanjengan selesai 100 persen. Di lantai 1 ada 58 kios, lantai 2 sebanyak 62 kios. “Sedangkan losnya ada 240 berada di lantai 1 dan 2. Tadinya memang kami rencanakan akhir Februari ini. Namun, daripada menimbulkan masalah keselamatan kerja pedagang, pembangunan fisik lantai 3 dan 4 diselesaikan sekalian,” katanya.

Kekurangan biaya untuk penyelesaian hingga lantai 4, sekitar Rp 38 miliar. Namun semuanya akan dibiayai Kementerian Perdagangan. Sedangkan mengenai penyelesaian tahap 1 sebanyak 19 persen yang dibiayai oleh kontraktor hingga Rp 17 miliar, pihaknya mengaku belum melakukan pembahasan. “Saya belum tahu nanti seperti apa, karena ini masih akan dilakukan pembahasan,” katanya.

Apakah Pemkot Semarang akan mengganti biaya yang dikeluarkan kontraktor Rp 17 miliar? Fajar menyatakan belum bisa memastikan. “Mekanismenya, anggaran itu tetap melalui proses lelang. Pembahasan kami, belum sampai kesana. Memang ada sekitar Rp 17 miliar,” katanya.

Sementara itu, saat ini kontraktor pelaksana yakni PT Sinar Cerah Sejahtera (SCS) telah melakukan serah terima pertama hasil pekerjaan atau provisional hand over (PHO) kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom).

“Pekerjaan pembangunan tahap I di Kanjengan telah dinyatakan selesai 100 persen dan dilakukan PHO. Tujuannya, untuk membackup periksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” katanya. (amu/ida)

Silakan beri komentar.