Phapros Kembali Garap Obat e-Catalogue

405

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Phapros Tbk kembali memenangkan tender obat e-catalogue untuk dua periode tahun 2018 dan 2019 senilai Rp 2 triliun. Jumlah tender yang dimenangkan tersebut meningkat 100 persen dari tahun sebelumnya.

Direktur Utama PT Phapros Tbk, Barokah Sri Utami mengatakan, pihaknya akan menggarap segmen obat e-catalogue berdasarkan Rencana Kebutuhan Obat (RKO) fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia yang ditetapkan oleh pemerintah. “Tahun lalu nilai e-catalogue yang kami menangkan sebesar Rp 498 miliar. Tahun ini nilai yang dimenangkan meningkat 100 persen lebih dari total nilai yang kami dapat saat lelang e-catalogue tahun 2017,” ujarnya.

Menurutnya, peluang Phapros untuk masuk ke pasar e-catalogue dari tahun ke tahun semakin besar. Pada tahun 2013, nilai anggaran belanja negara terhadap produk e-catalogue di sektor kesehatan mencapai lebih dari Rp 4 triliun, dan angka tersebut semakin meningkat di tahun 2017 – 2018 yang mencapai Rp 9 triliun.

“Hal inilah yang mendorong kami untuk bisa memberikan kontribusi positif di era JKN seperti saat ini. Ke depannya kami juga akan pastikan agar suplai produk tetap baik dan terjaga sehingga kami bisa memberikan yang terbaik untuk menyukseskan program JKN/BPJS Kesehatan,” ujarnya.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan LKPP pada akhir 2017 lalu lanjutnya, terdapat 27 jenis obat paket lelang yang dimenangkan Phapros. Jumlah tersebut masih di luar 9 jenis obat paket tambahan senilai lebih dari Rp 40 miliar. Sehingga, total obat yang dimenangkan Phapros sebanyak 36 jenis.

Adapun dari 36 jenis obat yang dimenangkan Phapros dalam e-catalogue, Tablet Tambah Darah (TTD) dan Fixed-Dose Combination (FDC) menjadi obat TB dengan kontributor terbesar, yakni mencapai lebih dari Rp 300 miliar.

“Tablet Tambah Darah dan FDC merupakan program pemerintah. Yaitu aktif berusaha menurunkan penderita anemia pada remaja dan ibu hamil yang berujung menurunkan angka kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis dan kasus TB yang angkanya masih besar di Indonesia. Dengan dimenangkannya TTD dan FDC juga bisa semakin menguatkan komitmen kami untuk berkontribusi mengatasi kedua masalah utama di bidang kesehatan tersebut,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, pihaknya memiliki kekuatan di produk obat TB (tubercolosis) dan Tablet Tambah Darah. Optimalisasi kapasitas produksi yang didanai oleh penerbitan MTN juga diarahkan untuk produksi kedua jenis obat tersebut. (dna/ric)