Pembersih Rupang Dewa Tidak Sembarangan

463
BERSIH-BERSIH : Seorang umat TITD Kong Ling Bio Temanggung membersihkan patung singa Kie Lin, Jumat (9/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)
BERSIH-BERSIH : Seorang umat TITD Kong Ling Bio Temanggung membersihkan patung singa Kie Lin, Jumat (9/2). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Sepekan jelang perayaan Tahun Baru Imlek, umat Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Cahaya Sakti atau Kong Ling Bio Temanggung membersihkan rupang dewa, Jumat (9/2). Selain, rupang-rupang dewa, seluruh altar, ruangan dan karpet-karpet juga turut dibersihkan.

Ketua TITD Cahaya Sakti Temanggung Edwin Nugraha menuturkan, tidak semua umat boleh membersihkan rupang dewa. Khusus rupang dewa dibersihkan oleh locu. TITD Cahaya Temanggung mempunyai 5 locu, yakni Ong Lian Djwan, Ong Lee Na, The Djin Djin, Ong Sian Na dan Dhanny Widianto (Oei Tiong Liang).

“Mereka itulah yang berhak membersihkan rupang dewa. Adapun untuk altar, ruangan atau bersih-bersih yang lain semua umat boleh melakukanya,” ucap Edwin di sela bersih-bersih rupang.

Edwin melanjutkan, rupang dewa dibersihkan dengan sabun serta air yang telah ditaburi oleh bunga mawar. Air yang digunakan merupakan air hujan. Adapun rupang dewa yang dibersihkan adalah Hok Tik Tjieng Sin (Dewa Bumi), Kwan Seng Tee (Dewa Perang), Thiang Siang Tee (Dewa Pembasmi Ilmu Hitam), Kwam Im Poo Sat (Dewi Belas Kasih), Kwang Kong (Dewa Keadilan) dan Thian Sian Sing Bo (Dewa Penguasa Air).

“Pada Imlek tahun ini, shionya anjing. Di tahun baru Imlek ini, seluruh umat berharap agar kebaikan senantiasa menaungi masyarakat, pintu rizki terbuka, senantiasa diberikan kemudahan dan kesehatan,” harapnya.

Masih menurut Edwin, tahun 2018 ini merupakan tahun politik. Sebab ada Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Temangung sekaligus Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah. “Kami berharap jalanya Pilkada serentak 2018 berjalan aman, lancar sehingga memunculkan sosok pemimpin ideal bagi rakyat Temanggung dan Jawa Tengah.”

Sekretaris TITD Cahaya Sakti Temanggung Lidia Samsetyagraha menambahkan, dalam Imlek tahun ini memang tidak ada acara spesial atau acara besar. Namun ada pergelaran wayang potehi tiap sore dan malam. “Pergelaran dimulai tanggal 12-18 Februari mendatang,” terangnya. (san/ton)