Parah, Ribuan Rumah Terendam

Lagi, Mangkang Diterjang Banjir

532
BANJIR PARAH : Banjir setinggi setengah badan menggenangi rumah warga Mangkang, Jumat malam (9/2) kemarin. (ISTIMEWA)
BANJIR PARAH : Banjir setinggi setengah badan menggenangi rumah warga Mangkang, Jumat malam (9/2) kemarin. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Wilayah Mangkang dan sekitarnya kembali diterjang banjir, pada Jumat malam (9/2) kemarin. Banjir yang merendam ribuan rumah warga kali ini, tergolong paling besar sejak 5 tahun terakhir.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, banjir disebabkan meluapnya dua aliran sungai di wilayah tersebut, yakni Sungai Beringin dan Sungai Plumbon. Akibatnya merendam ribuan rumah warga dengan ketinggian 1 meter hingga 1,5 meter, di Kelurahan Wonosari Kecamatan Ngaliyan, Mangkang Kulon, Mangkang Wetan dan Mangunharjo Kecamatan Tugu Kota Semarang. Bahkan, banjir juga melumpuhkan jalur Pantura Semarang-Kendal di kedua arah, karena jalan nasional tersebut digenangi air setinggi 1 meter.

Astri Wycaksono, warga Mangkang Wetan RT 1 RW II mengatakan air banjir mulai masuk perkampungan sekitar pukul 18.00, bersamaan dengan tingginya intensitas hujan. Debit air Sungai Beringin pun meninggi dan melimpas ke perkampungan warga secara tiba-tiba. “Hujan deras dari siang sampai malam, luberan air Sungai Beringin secara cepat masuk ke rumah warga,” ujarnya.

Menurutnya, banjir kali ini merupakan banjir terbesar yang terjadi sejak 5 tahun terakhir. Biasanya air banjir hanya menggenangi perkampungan setinggi 20 sentimeter dan cepat surut. Tapi kali ini, tidak. “Saya hanya bisa pasrah, apalagi suami belum pulang dan rumah dalam keadaan sepi. Fokusnya hanya menyelamatkan anak,” tuturnya haru.

Selain di wilayah Mangkang Wetan, Perumahan Mangkang Indah di Kelurahan Wonosari merupakan salah satu wilayah terparah. Wilayah ini digenangi air setinggi 1,5 meter karena tepat berada di dataran paling rendah. Padahal belum lama ini, banjir juga menggenangi tiga kelurahan, yakni Mangkang Wetan, Mangunharjo dan Mangkang Kulon yang disebabkan jebolnya tanggul Sungai Beringin di wilayah RT 3 RW III, Kelurahan Mangkang Wetan. Diperparah limpasan Sungai Plumbon yang memisahkan Kelurahan Mangkang Kulon serta Mangunharjo. “Belum ada seminggu, rumah warga terendam karena jebolnya tanggul Sungai Beringin. Kali ini kembali terendam untuk kali kedua,” keluh Khairul Rizal warga RT 3 RW III Kelurahan Mangkang Wetan.

Ia menyesalkan lambatnya penanganan normalisasi Sungai Beringin dan Plumbon. Padahal kedua sungai tersebut sangat rawan, karena tingginya sendimentasi. Bahkan warga sudah berkali-kali mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang untuk segera melakukan normalisasi. “Sampai kapan warga harus dihantui banjir karena lambatnya normalisasi?” ungkapnya kesal.