33 C
Semarang
Selasa, 11 Agustus 2020

Budaya Tetap Ada, Jika Kaum Muda Peduli dan Mau Merawatnya

Mahasiswa Unwahas, A Eko Yulianto, Lestarikan Seni Barong Blora

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM – Seni budaya peninggalan nenek moyang, Barongan Blora selama ini kerap diidentikkan dengan kaum tua. Untuk mematahkan kesan tersebut, A Eko Yulianto dan Mas Endik berusaha melestarikannya dengan menggaet Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Blora Semarang (IMPBS). Seperti apa?

MUHAMMAD KAFI

SEJARAH panjang Seni Barong Blora tidak lepas dari tradisi Reog Ponorogo. Namun tetap memiliki perbedaan di antara keduanya. Kepala Barong Ponorogo, terdapat merak yang digambarkan sebagai sebuah keindahan. Sedangkan bentuk kepala Barong Blora hanya berupa kepala singa.

Ahmad Eko Yulianto, mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Agribisnis Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang mengungkapkan bahwa filosofi keduanya berbeda. Dari segi fisik, Barong Ponorogo punya merak, mulutnya tak bisa dibuka, dan menggambarkan singa. Sedangkan Barong Blora rambutnya tidak ada bulu meraknya, mulut bisa dibuka dan menggambarkan macan.

“Barong Blora ini kalau sudah buka mulut dan mengunci sasarannya, tidak akan bisa lepas. Kecuali ada yang memberinya bunga, kelapa, dan kemenyan. Ya, salah satu dari unsur itu, harus dikasih,” ujar Eko Yulianto kepada wartawan Jawa Pos Radar Semarang.

Karena itulah, setiap akan ada pementasan, ia selalu menyiapkan makanan untuk Barongan Blora. Itu buat jaga-jaga, jika di tempat pementasan tidak disediakan bunga, kelapa, dan kemenyan.

“Setiap mau pentas, saya dan teman-teman menyiapkan bunga, kelapa, dan kemenyan. Itu untuk berjaga-jaga kalau di daerah tersebut tidak ada,” jelas warga Todanan, Blora ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Galang Dana untuk Muslim Rohingya

TEMANGGUNG—Siswa-siswi SMA 1 Muhammadiyah (SMA MUHI) Temanggung, Jumat (8/9) kemarin, menggelar aksi solidaritas peduli Rohingya, Myanmar. Selain penggalangan dana, kegiatan lainnya adalah salat ghaib,...

Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Jateng

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Kota Semarang sebagai pintu masuk kunjungan wisata Jateng masih perlu berbenah. Pasalnya, cukup sulit menjual atraksi wisata yang ada di Jateng....

Budaya Literasi Kuasai Makna Kata

RADARSEMARANG.COM - KETIKA pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama Bahasa Indonesia usai, beberapa siswa menghampiri kepada penulis,” Ibu, makna istilah degradasi itu apa?” Siswa lain...

Lana Shantika Jadi Andalan

BOJA - Meski  berada di daerah pinggiran, SDN 6 Boja mempunyai banyak potensi yang tidak kalah dengan  sekolah lainnya. Buktinya, sekolah ini punya Pianis...

Terbukti Jual Miras, Dipenjara 2 Bulan

MAGELANG - Ismanto, 46, warga Gang Kantil Kemirirejo, Magelang Tengah, Kota Magelang dijebloskan ke penjara. Ismanto terpaksa ditahan dua bulan lantaran tidak sanggup membayar...

Defisit BPS

Oleh: Dahlan Iskan Apa boleh buat: Badan Pusat Statistik harus mengeluarkan angka ini. Kemarin. Yang secara politik tentu hanya menambah panas tahun politik. Tapi BPS adalah...