Akses Jalan Bodas-Klesem Bisa Dilalui

284
NORMAL KEMBALI: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Sekda Mukaromah Syakoer saat mengujungi jalan Desa Bodas Klesem yang longsor, dan sudah kembali normal. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
NORMAL KEMBALI: Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama Sekda Mukaromah Syakoer saat mengujungi jalan Desa Bodas Klesem yang longsor, dan sudah kembali normal. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Jalan yang menjadi akses penghubung Desa Bodas dan Desa Klesem akhirnya bisa dilalui kendaraan roda empat setelah sebelumnya terputus akibat longsor. Pembersihan material longsor kemarin dilakukan oleh pemerintah dibantu masyarakat,  Kodim 710 dan Polres Pekalongan.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, bersama rombongan mendatangi langsug lokasi jalan yang tertimbun longsor dan sempat mengisolir ratusan Kepala Keluarga  Desa Klesem Kecamatan Kandangserang, pada sabtu lalu (3/2).

Asip Kholbihi,  mengungkapkan bahwa Kecamatan Kandangserang, khususnya desa Bodas dan Klesem adalah daerah merah, yakni daerah yang selama ini rawan akan longsor, terlebih jika musim hujan datang, dan curah hujan tinggi.

Menurutnya meski Desa Bodas Klesem sempat terkucil selama dua hari, namun pihak Badan Penangulangan bencana Daerah Kabupaten Pekalongan, pada hari pertama kejadian sudah berada di lokasi, dan memberikan bantuan yang dibutuhkan, seperti sembako dan pakaian bayi serta obat-obatan.

“kita menyampaikan terima kasih kepada para anggota TNI, Polri, pramuka, Tagana, Banser, DPU Taru dan Masyarakat bergotong royong sejak sejak Sabtu hingga Kamis kemarin, dengan BPBD sebagai leading sektornya. Sehingga akses jalan kembali normal,”  ungkap Bupati Asip.

Bupati Asip juga mengatakan bahwa dengan terbukanya akses jalan Bodas Klesem, maka kegiatan ekonomi dan mobilitas masyarakat berjalan normal kembali, termasuk para anak sekolah yang berada di Desa Bodas.

“Dan pada kesempatan ini pula kita menyerahkan bantuan, yakni berupa perlengkapan sekolah kepada anak Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kandangserang yang berasal dari desa Klesem, agar  mereka semangat bersekolah meraih cita-citanya,” kata Bupati Asip.

Bupati Asip juga menegaskan agar masyarakat yang berada di daerah atas, untuk waspada selama musim penghujan ini. Khususnya yang ada di daerah rawan bencana. “Kita bersama para relawan masyarakat sudah siap bergerak, penanganan awal dan mengatasinya jika ada infomasi bencana, terkait kerusakan jalan Kabupaten di wilayah Kecamatan Kandangserang, sudah menjadi prioritas untuk segera secara bertahap diperbaiki.  Paling tidak dibutuhkan anggaran antara Rp 20 hingga Rp 40 Miliar untuk perbaikan prasarana jalan tersebut,” tegas Bupati Asip. (thd/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here