SIMULASI : Petugas kepolisian berusaha memadamkan api dan menghalau pendemo dalam latihan pengamanan Pilkada 2018 di Alun-alun Wonosobo,Rabu (7/2). (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)
SIMULASI : Petugas kepolisian berusaha memadamkan api dan menghalau pendemo dalam latihan pengamanan Pilkada 2018 di Alun-alun Wonosobo,Rabu (7/2). (SUMALI IBNU CHAMID/JAWA POS RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Petugas gabungan di bawah koordinasi Polres Wonosobo akhirnya dapat menghalau ratusan massa yang protes akibat tidak puas dengan hasil Pilkada 2018. Rombongan massa tersebut protes karena tidak dapat menggunakan hak suara dalam Pilkada karena terlambat datang ke TPS.

Pendemo menghalang-halangi mobil pembawa kotak suara. Polisi awalnya mencoba membubarkan massa secara persuasif. Tapi karena pendemo makin beringas dan membakar ban, akhirnya mereka dibubarkan paksa dengan penyemprotan air. Sejumlah provokator juga diamankan.

Kejadian di atas merupakan simulasi yang dihelat Polres Wonosobo dengan melibatkan 480 orang yang terdiri dari personel Polres Wonosobo, Kodim, Linmas, Saka Bhayangkara dan beberapa warga Wonosobo di Alun-alun Wonosobo, Rabu (7/2). Kapolres Wonosobo AKBP Abdul menuturkan, kegiatan ini adalah gambaran tindakan yang akan dilakukan Polres Wonosobo jika terjadi hal serupa. “Simulasi ini bertujuan agar personel terlatih dalam menghadapi konflik dan demo selama Pilkada 2018 yang akan datang,” katanya.

Ia berharap kekacauan tersebut tidak terjadi dalam Pilkada 2018. “Kita usahakan bersama, Pilkada khususnya di Jateng yang damai dan aman,” katanya. (ali/ton)