Sebutir Alpukat Capai Berat 2,2 Kg

Supriyono, Warga Bandungan yang Tekuni Usaha Pembibitan Alpukat Jumbo

1601
BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG ALPUKAT JUMBO: Supriyono, pembudidaya alpukat super di Bandungan. (kanan) Agus Riyadi menunjukkan alpukat super jenis Wina. (MUHAMMAD ISMAIL LUTFI/EKO WAHYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG ALPUKAT JUMBO: Supriyono, pembudidaya alpukat super di Bandungan. (kanan) Agus Riyadi menunjukkan alpukat super jenis Wina. (MUHAMMAD ISMAIL LUTFI/EKO WAHYU/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Sejak 2005, Supriyono menekuni budidaya dan pembibitan alpukat. Bukan alpukat biasa, tapi alpukat super berukuran jumbo. Bahkan, sebutir alpukat bisa mencapai berat 2,2 kg. Seperti apa?

MUHAMMAD ISMAIL LUTFI

SUPRIYONO tinggal di Dukuh Ngasem Jombor RT 04 RW 07, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Saat ini, ia punya sekitar 15 pohon alpukat dengan buah besar tumbuh subur di kebun miliknya. Di depan rumahnya, juga terdapat dua pohon alpukat dengan buah bergelantungan yang memikat.

MUHAMMAD ISMAIL LUTFI/EKO WAHYU/JAWA POS RADAR SEMARANG
MUHAMMAD ISMAIL LUTFI/EKO WAHYU/JAWA POS RADAR SEMARANG

Ia mengaku, buah alpukat itu awalnya dikembangkan bersama teman-temannya dalam satu kelompok. Sebelumnya, ia membudidayakan tanaman klengkeng dengan cara stek. “Setelah buah klengkeng, saya eksperimen buah alpukat, dan sekarang mempunyai beberapa varian buah alpukat,” ujar bapak satu anak ini kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Supriyono bergabung dengan kelompok tani Berkah Jaya di desanya. Kelompok tersebut mempunyai anggota 30 orang. Dari sinilah ia bisa menambah jaringan dalam pengembangan buah alpukat. Selain itu, lewat kelompok tani ini ia bisa berhubungan dengan pemerintah, mengikuti sejumlah seminar  maupun penyuluhan, termasuk mendapatkan kucuran bantuan.  “Lewat kelompok tani ini juga bisa mempermudah distribusi pemasaran serta melakukan konsultasi jika menemukan keluhan dalam penanaman buah alpukat,” katanya.

Ia mengaku, memiliki tiga jenis alpukat besar. Jenis pertama, dengan ukuran alpukat 1 kg, lalu  alpukat 2 kg, dan alpukat lonjong ukuran 1,5 kg. Harganya bervariasi. Untuk alpukat ukuran 1 kg seharga Rp 22.500 per kg, ukuran 2 kg seharga Rp 25 ribu per kg, dan ukuran 1,5 kg jenis lonjong dijual seharga Rp 25 ribu per kg.

“Harganya bervariasi, Mas, karena memang dari bentuknya yang berbeda. Kalau alpukat kecil, biasanya 1 kg berisi 3-4 butir, harganya Rp 15 ribu. Kalau ini alpukat super ini mulai harga Rp 22.500 sampai Rp 25 ribu per kg,”paparnya.