Penurunan AKI di Jateng Lampaui Target SDG’s

516
JENGUK BAYI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat blusukan mencari bayi yang baru lahir sebagai wujud keseriusan menekan AKB dan AKI. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
JENGUK BAYI: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat blusukan mencari bayi yang baru lahir sebagai wujud keseriusan menekan AKB dan AKI. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Berbagai pencapaian Provinsi Jawa Tengah dalam 5 tahun terakhir terus menunjukkan kemajuan pesat dalam berbagai bidang. Pada bidang kesehatan, upaya penurunan angka kematian ibu (AKI) yang menjadi salah satu indikator utama dalam pembangunan kesehatan memberikan hasil yang menggembirakan. Bahkan jumlah penurunan AKI melebihi target Sustainable Development Goals atau SDG’s.

Tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG’s adalah 17 tujuan dengan 169 capaian yang terukur dan tenggat yang telah ditentukan oleh PBB sebagai agenda dunia pembangunan untuk kemaslahatan manusia dan planet bumi.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah, Yulianto, mengatakan, sebuah negara atau daerah disebut bisa menurunkan AKI apabila bisa menurunkan sedikitnya 3 persen per tahun. Sementara Provinsi Jawa Tengah mampu menurunkan lebih dari itu.

“AKI kita pada 2017 adalah 88,58 per 100 ribu kelahiran hidup. Pada 2013 AKI kita masih 118,62 per 100 ribu kelahiran hidup, dan 2014 naik sedikit. Setelah itu (setelah 2014) turun terus, dan turunnya cukup banyak, lebih dari 14 persen per tahun,” jelasnya, Selasa (6/2).

Penurunan AKI melampaui target SDG’s karena SDG’s menetapkan target pada angka 90 per 100 ribu kelahiran hidup. Keberhasilan itu, menurut Yuli, tidak lepas dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng yang diluncurkan Gubernur Ganjar Pranowo pada 2016 lalu di Surakarta.

“Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG) yang diluncurkan itu adalah semangat kejuangan. Greget yang dimulai dari hulu sampai hilir, lintas sektoral, lintas program, mulai dari primer sampai tersier,” ungkapnya.