Pemindahan Empat Sekolah Belum Jelas

212
MEMPRIHATINKAN: Para siswa di SD 2 Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan belajar ditengah proyek tol Semarang-Batang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEMPRIHATINKAN: Para siswa di SD 2 Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan belajar ditengah proyek tol Semarang-Batang. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Pembangunan tol Semarang-Batang di wilayah Kendal menerjang empat sekolah. Hingga kini belum ada kejelasan untuk lahan pengganti maupun pembangunan gedung baru sekolah. Akibatnya, empat sekolah itu sudah hampir tiga bulan ini menempati gedung relokasi di Gedung Madrasah Diniyah di desanya masing-masing.

Empat sekolah tersebut yakni, SD Sumberagung 1 dan SD Sumberagung 2 Kecamatan Weleri, SD Sumbersari, Kecamatan Ngampel,  SD Protomulto Kecamatan Kaliwungu Selatan dan SMP 2 Pegandon, Kecamatan Pegandon.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kendal, Joko Supratikno, mengatakan untuk penentuan lokasi maupun  pembangunan gedung sekolah pengganti masih menunggu kesepakatan (MoU).  Yakni kesepakatan antara Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dengan Desa setempat.

“Sebab sekolah maupun tanah itu merupakan aset desa. Jadi kesepakatannya antara desa dengan BUJT, bukan dengan Disdikbud. Baru setelah ada kesepakatan akan kami mintakan persetujuan atau mengetahui Kepala Daerah yakni Bupati Kendal,” katanya, kemarin (7/2).

Tapi sejauh ini, kesepakatan antara BUJT dengan Desa belum dilaksanakan. Sehingga pihak Disdikbud belum bisa menentukan lokasi dimana empat sekolah itu akan dibangun nantinya. “Kami hanya fasilitator saja antara BUJT dengan Desa dan sekolah,” tandasnya.

Meski sekarang di relokasi, namun menurutnya hal itu tidak menganggu jam belajar mengajar siswa. Pembelajaran tetap berjalan tidak gangguan. Siswa bisa belajar sesuai kurikulum. “Kalau gangguan kenyamanan dalam belajar itu wajar, karena belajar bukan disekolah tapi di tempat relokasi sementara,” tandasnya.

Salah satu sekolah terdampak tol, SMP 2 Pegandon di Desa Rejosari. Bangunan sekolahnya bersebelahan persis dengan proyek tol Semarang-Batang. Tiga ruang kelas yang berada di sebelah selatan sekolah itu sudah rata dengan tanah.

Kepala SMP 2 Pegandon, Darmono  mengatakan beberapa waktu lalu dirinya mengikuti rapat antara pihak pengembang proyek dengan pihak dari pemkab mengenai nasib sekolah yang dipimpinnya. “Hasil rapatnya nanti sekolah kami akan direlokasi ke tempat baru. Lokasinya tidak jauh dari lokasi yang saat ini,” ucapnya,

Sepengetahuannya pembangunan gedung sekolah di lokasi barunya itu dimulai pada bulan Maret. Namun hingga saat ini belum ada kejelasan nasib tanah yang menjadi lokasi barunya itu. “Karena 3 kelas digusur maka para siswa kami gabungkan ke kelas yang lain. Jadi yang dulu jumlah siswanya hanya 32, sekarang menjadi 40,” katanya

Ia berharap jika benar akan direlokasi maka aset yang dimiliki sekolahnya  tetap sama di lokasi yang baru. “Kalau sudah demi kepentingan nasional, mau tidak mau kami harus mengalah,asalkan jika berada di lokasi baru maka kami mendapatkan apa yang kami miliki sebelumnya,” ucapnya.

Humas PT Waskita Karya Proyek tol Semarang – Batang Seksi IV dan V, Agus Khozin menuturan pihaknya pasti akan menyediakan lokasi baru untuk sekolah yang terkena dampak pembangunan proyek tol itu.  “Tidak mungkin kami ambrukan sekolahnya tapi tidak kami bangun. Pasti kami akan bangun sekolah baru,” pungkasnya. (bud/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here