Butuh Sentuhan Secara Kontinyu

663
BER-WEFIE : Tampak keceriaan sejumlah mahasiswa UITM Malaysia saat mengabadikan momen kebersamaan di Kampung Pelangi Semarang, Rabu (7/2). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)
BER-WEFIE : Tampak keceriaan sejumlah mahasiswa UITM Malaysia saat mengabadikan momen kebersamaan di Kampung Pelangi Semarang, Rabu (7/2). (Sigit Andrianto/ Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sekitar 27 mahasiswa arsitektur dari Universiti Teknologi Mara (UITM) Malaysia mengapresiasi keberadaan Kampung Pelangi Semarang.

Nurul Shafinaz, dosen arsitektur yang mendampingi para mahasiswa ini mengatakan, Kampung Pelangi merupakan inovasi yang bagus yakni menghadirkan sesuatu yang baru dan mampu menarik sejumlah pengunjung. Hanya saja, menurutnya, perlu diperhatikan oleh pemerintah mengenai keberlanjutan dari pembangunan yang telah dilakukan.

”Karena memang di awal, dan viral, maka banyak yang tertarik untuk datang. Selanjutnya mungkin harus dilakukan sesuatu untuk membuat orang yang pernah berkunjung mau datang kembali,” jelas Nurul saat menyambangi Kampung Pelangi Semarang.

Kepala Bidang Penataan dan Pemanfaatan Bangunan Dinas Penataan Ruang Kota Semarang, Beta Mahendriyanto, mengatakan, keberadaan Kampung Pelangi ini memang bermula dari proses penataan kios-kios bunga. Melihat adanya potensi topografi, kemudian pemerintah kota mengupayakan untuk menciptakan kampung warna warni.

”Ini telah dirubah dari yang bisa dibilang cukup kumuh menjadi berwarna-warni dengan bantuan sejumlah sponsor,“ jelasnya.

Beta menjelaskan, Kota Semarang memang tengah melakukan penataan sekaligus memberdayakan warga sekitar. Salah satunya, kata dia, dengan dicanangkannya sejumlah kampung tematik di kota Semarang.