33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

Upgris Komitmen Jaga Penggunaan Bahasa Ibu

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Bahasa ibu atau bahasa daerah dari tahun ke tahun mulai berkurang penggunanya. Padahal, peran bahasa ibu sangat penting. Selain sebagai identitas kedaerahan, juga sebagai wujud keberagaman budaya dalam kebersamaan.

Dekan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni Upgris Asropah menuturkan, sebagai identitas bangsa, bahasa ibu harus terus dilestarikan melalui berbagai cara. ”Salah satunya seperti yang sudah dilakukan Ahmad Tohari yakni membuat kamus bahasa Banyumasan (ngapak),” jelas Asropah sembari menjelaskan bahwa di Indonesia terdapat sekitar 742 bahasa daerah yang keseluruhannya memiliki pengucap di masing-masing daerah.

Menurutnya, bahasa ibu mulai jarang digunakan karena faktor keluarga, pendidikan, dan juga pergaulan. Dalam keluarga, banyak orang tua yang merasa bangga jika anaknya mahir bahasa asing sajak kecil. ”Padahal, dalam sistem pendidikan kita sudah diatur kapan sebaiknya seorang anak mulai mempelajari bahasa kedua (Indonesia) dan ketiga (misal Inggris),” jelasnya.

Faktor kedua, lanjut Asropah adalah pendidikan. Banyak sistem pengajaran di kelas yang sudah tidak menggunakan pengantar bahasa ibu sesuai masing-masing daerah. Rata-rata bahasa pengajaran menggunakan bahasa Indonesia sepenuhnya, dengan harapan agar mudah menyampaikan materi.

”Padahal, sebenarnya bahasa ibu penting digunakan, terutama pendidikan dasar. Semisal penggunaan bahasa Jawa alus untuk anak-anak SD di Jawa,” kata dia.

Faktor ketiga adalah pergaulan. Anak cenderung berbahasa mengikuti apa yang dipakai oleh teman-temannya. Anak yang lahir di desa dan dibesarkan di kota besar cenderung akan mengikuti bahasa pergaulan di kota ketimbang bahasa asli ibunya.
”Untuk itu, Universitas PGRI Semarang berkomitmen untu menjaga penggunaan bahasa ibu sebagai kekayaan budaya dan bangsa. Salah satunya lewat peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2018 tanggal 21 Februari 2018 nanti,” jelasnya. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gerindra Kerucutkan Tiga Nama

SEMARANG - DPD Partai Gerindra Jateng telah menentukan tiga nama yang digadang-gadang bakal meramaikan bursa Pilgub Jateng 2018 mendatang. Mereka adalah Ketua DPD Gerindra...

Guru di Era Kemerdekaan

RADARSEMARANG.COM - MEMPERINGATI hari ulang tahun (HUT) ke-73 kemerdekaan RI, sebagai insan pendidik (guru) kiranya perlu membangun semangat diri –dengan menjadi pendidik– yang bisa...

Mirna Minta OPD Bergerak Aktif

KENDAL — Pembangunan di wilayah Kendal bisa berjalan lancar sesuai dengan visi, misi dan harapan masyarakat. Syaratnya, semua pihak harus bahu-membahu dan bergotong royong,...

Jateng Zona Merah Banjir-Longsor

SEMARANG - DPRD meminta Pemprov Jateng maupun pemerintah kabupaten/kota lebih waspada menghadapi musim penghujan. Sebab, saat ini 30 daerah di Jateng rawan bencana baik...

Menelusuri Jejak Terduga Teroris yang Tewas di Tuban, Jatim

Empat dari enam terduga teroris yang ditembak mati petugas Polda Jatim dan Densus 88 Antiteror Mabes Polri saat terjadi baku tembak di perkebunan Desa...

Napi Nusakambangan Kendalikan Sabu

MUNGKID—Napi Nusakambangan diduga masih bisa mengendalikan peredaran sabu-sabu hingga wilayah Kabupaten Magelang. Hal itu terungkap saat polisi menangkap Wahyu Try Wibowo, 25, warga Punduhan...