CEKATAN : Salah satu pekerja Leker 88 tengah menyiapkan kue leker sebelum disajikan kepada pelanggan. (Zaenuri/Radar Semarang)
CEKATAN : Salah satu pekerja Leker 88 tengah menyiapkan kue leker sebelum disajikan kepada pelanggan. (Zaenuri/Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Kue leker banyak diminati anak-anak sampai orang tua. Jajanan khas ini biasa dijajakan oleh pedagang kaki lima di sekolah-sekolah dan tempat keramaian.

Namun berbeda dengan kedai leker satu ini. Kedai Leker 88 menawarkan suasana layaknya di kafe. Bisa nongkrong sambil bersantai. “Kita ingin memberikan suasana yang berbeda namun dengan harga kaki lima,” kata Aryo pemilik kafe yang mulanya membuka usaha leker grobakan di depan rumahnya di kawasan Jagalan Semarang Tengah ini.

Hanya dengan merogoh kocek Rp 2.000 pembeli sudah bisa menyantap satu buah leker krispi coklat khas Leker 88 sambil bercengkrama dengan orang-orang tersayang.

“Harga mulai 2k sampai 7k untuk leker kering dan 5k sampai 25k untuk leker basah, cukup bersahabat di kantong,” beber Aryo di warungnya Jl Jagalan, Semarang.

Pihaknya juga menawarkan berbagai variasi rasa yang menggoda selera. “Ada lebih dari 50 varian rasa yang bisa dicoba, ” kata pria yang mengaku sebelumnya sebagai pekerja kantoran sebelum terjun di dunia kuliner ini. Selain bisa dinikmati di tempat, kue leker kerap dijadikan oleh-oleh para pelanggan dari luar kota yang tengah berkunjung ke Semarang. “Biasanya kue leker kering yang telah dikemas dalam toples buat oleh-oleh. Ada yang dari Bandung, Jakarta, bahkan Papua, ” jelas Niken salah satu karyawati yang telah bekerja lebih dari tiga tahun di tempat ini.

Outlet Leker 88 juga bisa ditemukan di beberapa tempat di Kota Semarang. “Selain di Jagalan kita juga buka cabang di Lamper dan Tembalang ,” imbuh pria yang mulai membuka usaha kue leker sejak tahun 2014 ini. Tidak hanya itu, untuk memperluas pemasaran,produknya juga tersedia di jaringan minimarket modern yang ada di Kota Semarang. (zen/lis)