Tak Boleh Mencoblos, Warga Mengamuk

273
SISPAM : Satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara dengan pakaian lengkap dikerahkan untuk mengantisipasi huru-hara saat latihan simulasi pengamanan Pilkada. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SISPAM : Satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara dengan pakaian lengkap dikerahkan untuk mengantisipasi huru-hara saat latihan simulasi pengamanan Pilkada. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dilarang mencoblos oleh petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) lantaran tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, seorang warga mengamuk dan membuat onar. Namun anggota Polres Pekalongan secara sigap mengamankan warga tersebut, meski sempat melakukan perlawanan dan membuat keributan. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan cepat, tanpa menimbulkan keributan.

Kondisi tersebut terjadi dalam Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota di Jalan Mandurorejo Kajen Kabupaten Pekalongan, yang digelar Polres Pekalongan, Selasa (6/2) kemarin. Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dalam Pilgub 2018 mendatang.

Dalam kegiatan latihan Sispam Kota tersebut, satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara berpakaian lengkap dikerahkan untuk mengantisipasi huru-hara. Termasuk satu unit mobil water canon. Saat latihan, diperagakan juga berbagai simulasi pengamanan diperagakan. Seperti halnya pendistribusian logistik Pemilu yang disimulasikan, sempat mendapat gangguan dan ancaman orang tak dikenal. Dengan cekatan dan trengginas dalam sekejap, berbagai kekacauan yang terjadi bisa diatasi dengan baik oleh tim pengamanan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menungkapkan bahwa latihan Sispam Kota ini melibatkan 600 personel, yakni gabungan baik dari unsur TNI, Polri, Linmas dan masyarakat, yang bertujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi kericuhan dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Kegiatan simulasi Sispam Kota ini dilaksanakan agar personel Polres Pekalongan yang terlibat pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Pekalongan, nantinya dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan.

Kapolres juga mengatakan bahwa menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan di gelar di 171 daerah di tahun 2018 mendatang, jajaran Polres Pekalongan juga terus meningkatkan kegiatan patroli siber.

Adapun kegiatan patroli siber yang dilakukan pihak kepolisian adalah untuk menangkal penyebaran berita hoax, berita berbau SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dan ujaran kebencian. Karena saat ini, fenomena ujaran kebencian terjadi di saat-saat perpolitikan memanas dan keamanan di Indonesia sedang rawan, misalnya masa pemilihan umum (Pemilu).

“Saat ini, jajaran kami sedang melakukan profiling dan investigasi guna mencari siapa saja yang terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian di dunia maya, yang kini menjadi tren. Saat ini, ada beberapa orang atau kelompok, yang mengeksploitasi ujaran kebencian untuk menyudutkan negara dan mendiskreditkan pemerintah. Kondisi itu, perlu diwaspadai dan kita tindak tegas,” katanya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here