33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Tak Boleh Mencoblos, Warga Mengamuk

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dilarang mencoblos oleh petugas TPS (Tempat Pemungutan Suara) lantaran tak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018, seorang warga mengamuk dan membuat onar. Namun anggota Polres Pekalongan secara sigap mengamankan warga tersebut, meski sempat melakukan perlawanan dan membuat keributan. Kejadian tersebut dapat diatasi dengan cepat, tanpa menimbulkan keributan.

Kondisi tersebut terjadi dalam Simulasi Pengamanan (Sispam) Kota di Jalan Mandurorejo Kajen Kabupaten Pekalongan, yang digelar Polres Pekalongan, Selasa (6/2) kemarin. Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi terjadinya gangguan dalam Pilgub 2018 mendatang.

Dalam kegiatan latihan Sispam Kota tersebut, satu kompi pengendalian massa (Dalmas) Sabhara berpakaian lengkap dikerahkan untuk mengantisipasi huru-hara. Termasuk satu unit mobil water canon. Saat latihan, diperagakan juga berbagai simulasi pengamanan diperagakan. Seperti halnya pendistribusian logistik Pemilu yang disimulasikan, sempat mendapat gangguan dan ancaman orang tak dikenal. Dengan cekatan dan trengginas dalam sekejap, berbagai kekacauan yang terjadi bisa diatasi dengan baik oleh tim pengamanan.

Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan menungkapkan bahwa latihan Sispam Kota ini melibatkan 600 personel, yakni gabungan baik dari unsur TNI, Polri, Linmas dan masyarakat, yang bertujuan untuk mengantisipasi apabila terjadi kericuhan dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.

“Kegiatan simulasi Sispam Kota ini dilaksanakan agar personel Polres Pekalongan yang terlibat pengamanan Pilkada Serentak 2018 di Kabupaten Pekalongan, nantinya dapat memahami tugas pokok dan fungsi serta peran masing-masing,” kata Kapolres Pekalongan AKBP Wawan.

Kapolres juga mengatakan bahwa menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan di gelar di 171 daerah di tahun 2018 mendatang, jajaran Polres Pekalongan juga terus meningkatkan kegiatan patroli siber.

Adapun kegiatan patroli siber yang dilakukan pihak kepolisian adalah untuk menangkal penyebaran berita hoax, berita berbau SARA (suku, agama, ras, antar golongan) dan ujaran kebencian. Karena saat ini, fenomena ujaran kebencian terjadi di saat-saat perpolitikan memanas dan keamanan di Indonesia sedang rawan, misalnya masa pemilihan umum (Pemilu).

“Saat ini, jajaran kami sedang melakukan profiling dan investigasi guna mencari siapa saja yang terlibat dalam penyebaran ujaran kebencian di dunia maya, yang kini menjadi tren. Saat ini, ada beberapa orang atau kelompok, yang mengeksploitasi ujaran kebencian untuk menyudutkan negara dan mendiskreditkan pemerintah. Kondisi itu, perlu diwaspadai dan kita tindak tegas,” katanya. (thd/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Empat Letusan dalam 2 Hari

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Letusan freatik Gunung Merapi, semakin intensif dalam dua hari belakangan. Tercatat ada 4 letusan freatik. Pada Senin (21/5) terjadi letusan pada...

Jelang Lebaran, Toko Emas Diserbu Pembeli

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Menjelang lebaran, sejumlah toko emas dan bank di wilayah Kabupaten Pekalongan diserbu pembeli dan nasabah, oleh karena itu mulai Senin (11/6)...

Warga Antusias Nikmati Wayangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pemprov dan DPRD Jateng berusaha mempertahankan budaya lokal. Kali ini, menggelar pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Lapangan Dukuh Krajan Lor RT 4...

Ibu Stres, Picu Produksi ASI Minim

RADARSEMARANG.COM - Menyusui merupakan hal lumrah dan alamiah yang dilakukan seorang ibu. Namun pada kenyataannya masih banyak ditemui kegagalan. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI)...

Kado Pecah untuk Matematika yang Menyenangkan

RADARSEMARANG.COM - JIKA kita bertanya kepada siswa SD, pelajaran apa yang paling sulit? Pastilah mereka akan menjawab serempak “Matematika”. Matematika menjadi pelajaran momok tersendiri...

Tak Ingin Ada Black Campaign

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Panitia Pengawas (Panwas) memang meloloskan tiga pelaku kasus selebaran gelap yang menyerang Calon Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di Pasar Karoban, Kecamatan...