RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Polda Jateng melalui Tim Satgas Pangan akan melakukan pengawasan terhadap mitra Bulog yang mendapat kepercayaan mendistribusikan beras Operasi Pasar (OP). Pengawasan ini akan dilakukan sampai ke gudang atau tempat penyimpanan bahan pangan tersebut.

Ya, kita sekarang harus mengubah sasaran. Harus memonitor mitra-mitra Bulog itu, karena ternyata sebagian besar OP sama mereka,” ungkap Ditreskrimsus Polda Jateng, Kombes Pol Lukas Akbar Abriari, Selasa (6/2).

Terkait jumlah mitra Bulog di Jawa Tengah, Lukas menyebutkan mencapai ratusan. Meskipun pengawasan tidak bisa dilakukan setiap hari, Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng akan tetap melakukan uji petik. “Kita akan uji petik terus. Kalau jumlahnya ada sekitar 300 lebih mitra Bulog itu,” katanya.

Menanggapi penanganan terhadap pengungkapan kasus penyelewengan 151 ton beras OP Bulog yang dipoles di sebuah gudang milik RMU (Rice Mile Unit) Berkah Risqi di Dusun Suren RT 01 RW 03, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap, Lukas menegaskan belum menetapkan pemilik gudang bernama S, 40, sebagai tersangka. “Belum ada, masih kita gelarkan status tersangka,” tegasnya.

Namun demikian, pihaknya akan terus mendalami kasus ini, dan secepatnya menetapkan pelakunya sebagai tersangka. Bahkan, Lukas juga tidak menampik, calon tersangka dalam kasus ini adalah S. “Calon tersangkanya itu, ya mengarah ke sana,” bebernya.

Lukas mengaku, belum mendapatkan pelaku lain, baik dari pihak Bulog maupun pedagang yang diduga terlibat dalam kasus ini. “Bulog belum ada. Kalau pembeli, mereka hanya sebatas pembeli, mereka hanya tertipu saja sebenarnya,” ujarnya. (mha/aro)