KPU Monitoring Coklit

378

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng meminta Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) untuk mengevaluasi hasil pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilgub Jateng yang dilakukan 20 Januari-18 Februari. Jika tidak dicemati kembali, ada kemungkinan terjadi kesalahan data pemilih.

Komisioner KPU Jateng, Muslim Aisha menjelaskan, seperti pengalaman sebelumnya, ada beberapa data yang luput dari perhatian. “Yaitu tentang dokumen pemilih ada. Ternyata pemilihnya sudah gak ada, bahkan tidak memiliki syarat-syarat lagi. Atau sebaliknya, dokumennya tidak ada, tapi fakta di lapangan ada,” jelasnya, Selasa (6/2).

Meski hal tersebut bisa diselesaikan dengan pendataan ulang, tapi dia tetap berharap PPDP bisa lebih ketat dalam evaluasi coklit kali ini. PPDP harus bisa memastikan bahwa pemilih tidak ada itu kemudian dicoret dan diberi keterangan fiktif, nama tidak dikenal, atau meninggal dunia. “Identifikasi PPDP terhadap suket (surat keterangan, red) juga sudah tepat, bahwa yang belum rekam data ditandai kemudian akan direkam yang hasilnya e-KTP atau tetap suket,” ujarnya.

Sembari menunggu PPDP, pihaknya juga me monitoring coklit di sejumlah daerah di Jateng. Monitoring itu sekaligus mensupervisi dan mengevaluasi pelaksanaan coklit yang telah dan sedang dilakukan oleh PPDP, PPS, PPK, dan KPU kabupaten/kota. “Sekaligus memberikan masukan, serta asistensi terhadap penyelesaian masalah yang ada di lapangan,” jelasnya.

Selain itu, monitoring coklit yang melibatkan berbagai kalangan ini juga untuk mendapatkan gambaran, informasi, dan data terkait pelaksanaan dan hasil kegiatan coklit di kabupaten/kota yang telah dan sedang berlangsung.

“Dengan monitoring ini kami bisa memperoleh gambaran, informasi, dan data terkait masalah-masalah yang muncul selama pelaksanaan coklit, serta langkah-langkah yang telah, dan akan dilakukan selama ‘coklit’ berlangsung,” imbuhnya.

Dijelaskan, sasaran monitoring coklit adalah daerah yang memiliki keunikan atau tantangan khusus, khususnya terkait karakter pemilihnya atau daerah tinggal, dalam keberhasilan pelaksanaan coklit. Seperti di Desa Cendana, Kecamatan Banjarnegara dan Desa Gentansari, Kecamatan Pagedongan, Kabupaten Banajarnegara.

Disana, KPU Jateng mengapresiasi kinerja PPDP di Kabupaten Banjarnegara karena pada hari ke-19, capaian persentase coklit sudah melampaui target. Yakni di atas 80 persen. “Pada sepuluh hari pertama pelaksanaan coklit sudah melampaui target yakni 48,46 persen dan berdasarkan hasil kunjungan, dimana memasuki hari ke-19 atau menuju sepuluh hari kedua sudah melampaui 80 persen,” ujarnya

Artinya, dari hasil keseluruhan monitoring di Banjarnegara, menunjukkan PPDP yang mayoritas perempuan benar-benar bekerja seperti yang diinginkan. “Betul-betul memastikan dengan datang ke rumah-rumah warga tiap hari,” tegasnya. (amh/ric)