Jemur Jersey Hingga Lelang untuk Amal

Lebih Dekat dengan Komunitas Jersey Semarang

152
GUYUB: Sejumlah anggota Komunitas Jersey Semarang foto bersama usai fun soccer setiap minggu pagi. (Dokumen Komunitas Jersey Semarang)
GUYUB: Sejumlah anggota Komunitas Jersey Semarang foto bersama usai fun soccer setiap minggu pagi. (Dokumen Komunitas Jersey Semarang)

RADARSEMARANG.COM – Kecintaan terhadap sepakbola, melahirkan hobi mengoleksi jersey. Para kolektor jersey klub bola yang jadi idola ini pun tergabung dalam komunitas. Namanya Komunitas Jersey Semarang. Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

KOMUNITAS Jersey Semarang beranggotakan lebih dari 300 orang. Komunitas yang dibentuk pada pertengahan 2016 ini merupakan hasil merger para kolektor jersey dari dua genre, yakni jersey original dan lokal.

“Karena memiliki hobi yang sama  mengoleksi jersey, kenapa kita nggak jadi satu saja. Entah itu jersey ori atau lokal, entah mengoleksi jersey klub luar negeri maupun dalam negeri. Intinya, kita sama-sama suka mengoleksi jersey dan ingin lebih guyub antara satu dengan yang lainnya,” ujar Koordinator Komunitas Jersey Semarang, Muhammad Faisal Rachmansyah kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berangkat dari kecintaan terhadap sepakbola, beberapa kegiatan yang digelar oleh komunitas ini pun tidak jauh-jauh dari olahraga yang cukup merakyat ini. Di antaranya, fun soccer yang rutin diadakan setiap minggu pagi.“Para kolektor jersey ini biasanya memang suka bermain bola, karena itu seminggu sekali kita main bola ramai-ramai,” kata cowok yang rajin mengumpulkan koleksi jersey sejak 2014 ini.

Bagi yang hanya suka menikmati permainan bola dan mengoleksi jersey, sebulan sekali juga diagendakan gathering. Pertemuan yang dihadiri oleh anggota dari berbagai usia dan latar belakang ini pun kerap membahas berbagai hal.

Selain itu, ada juga open booth. Lokasinya bisa di mana saja, seperti yang belum lama ini digelar di salah satu hotel di Semarang. Salah satu kegiatan dalam open booth yakni memajang sejumlah koleksi atau istilahnya jemur jersey.

 “Tujuannya untuk lebih mengenalkan jersey, hobi, serta komunitas kita pada masyarakat. Kalau fun soccer biasanya didominasi pria. Kalau dalam agenda ini, member cewek juga sering ikutan. Nah, dalam gelaran tersebut juga kita pernah bagi-bagi jersey dengan syarat upload foto di Instagram dan tag kita di @kjsmg_official. Saat itu, animonya juga cukup bagus,”ujar alumnus Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) ini.

Bila musim pertandingan bola, lanjutnya, sebagian dari kami juga sering ramai-ramai ke stadion untuk nonton langsung dan memberi dukungan untuk klub kebanggaan. Namun demikian, komunitas ini juga tak melulu berkutat di seputar bola, ada kalanya mereka juga turut serta dalam kegiatan amal melalui kegiatan lelang jersey. “Pernah satu ketika terjadi bencana, lalu kami mengadakan lelang jersey. Hasil lelang kami sumbangkan untuk para korban. Jadi, biar ada faedahnya juga, tidak sekadar mengoleksi,” kata pria kelahiran Semarang, 14 April 1992 ini.

Ke depan, komunitas yang memiliki jargon jersey is pride, solidarity is forever ini berencana melakukan awayday atau berkunjung ke kota-kota lain untuk bertemu dengan komunitas sesama kolektor jersey. (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here