Inovasi Mr D dan Budi Sinaga Tercatat Leprid

412
INOVATIF : Mr D saat mempresentasikan inovasinya di hadapan Direktur Leprid Paulus Pangka, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)
INOVATIF : Mr D saat mempresentasikan inovasinya di hadapan Direktur Leprid Paulus Pangka, kemarin. (Nur Wahidi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid) mengapresiasi inovasi yang diciptakan Dody Hernanto (Mr D) dan Budi Sinaga Nandang.

Mr D merupakan pencipta gitar ber-gadget dan pencipta rebana digital pertama di dunia dengan mengintegrasikan smarthphone dengan gitar elektrik. Sedangkan Budi Sinaga merupakan pembuat aplikasi kartu nama digital interaktif dengan teknologi Augmented Reality pertama di Dunia-SnapCard. Apresiasi itu diberikan oleh Leprid di Studio Purnomo, Jalan Pandanaran Semarang, kemarin.

Mr D menjelaskan, untuk menghasilkan efek gitar yang beragam cukup menggunakan aplikasi dalam smartphone, dalam hal ini iphone. Tidak hanya menghasilkan efek suara gitar, musisi asal Surabaya ini juga mengeksplore ke suara alat musik lain, seperti saxophone.

“Dengan perpaduan gadget ini, bisa mengurangi bawaan peralatan saat konser. Karena bisa diwakili dengan satu alat saja,” ujarnya.

Selain menerapkan smartphone pad agitar, Mr D juga menguji perpaduan gadget dengan alat musik tradisional, rebana. “Waktu kali pertama pentas di Jenewa, semua penonton kagum dengan efek yang dihasilkan rebana ber-gadget ini,” katanya.

Sedangkan Budi Sinaga Nandang mengatakan, dengan bantuan teknologi augmented reality (AR) yang sedang berkembang pesat di seluruh dunia Aplikasi SnapCard mampu mengubah kartu nama tradisional menjadi kartu nama digital yang unik.

“SnapCard tidak hanya berfungsi sebagai data informasi diri, namun juga bisa menampilkan video, company profile, dokumen, sampai 3D model yang bisa terhubung dengan social media seperti facebook, instagram, dan Whatsapp. Cukup dengan copy paste barcode, maka seluruh data informasi serta konten perusahaan akan diterima oleh pelanggan,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Leprid, Paulus Pangka mengatakan inovasi yang dapat menginspirasi ini tercatat sebagai rekor ke 337, 338 dan 339. “Kami berharap pencapaian ini bisa menginspirasi masyarakat,” katanya. Paulus Pangka juga memberi apresiasi kepada Peter Purnomo selaku inisiator. (hid/sct/zal)