Gaji ASN Langsung Dipotong Zakat

557

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beragama Islam, siap-siap dipotong gajinya untuk pembayaran zakat. Pemerintah sedang menyiapkan peraturan presiden (perpres) yang akan menyasar pada ASN dengan gaji minimal sesuai nisab penghitungan zakat. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Magelang mendukung rencana ini.

“Kami setuju. Informasinya, saat pelaksanaan nanti pakai surat pernyataan. Bagi yang sudah mencapai nisab akan mengisi pernyataan kesanggupan, jadi kita (Baznas, Red) tidak akan kesalahan atau tidak akan digolongkan pungutan liar (pungli),” kata Wakil Ketua II Bagian Distribusi atau Tasaruf Zakat Baznas Kota Magelang Ismudiono, Selasa (6/2).

Dan bagi yang belum mencapai nisab, lanjut dia, bisa mengajukan permohonan agar gajinya tidak dipotong 2,5 persen untuk zakat. Alternatifnya, mereka memilih untuk berinfak atau bersedekah secara sukarela atau dengan nominal yang tidak ditentukan. “Zakat, infak maupun sedekah melatih kita peduli dengan sesama. Jika sebenarnya sudah mencapai nisab, dan harusnya berzakat sekian namun ditulis sekian, itu sudah urusannya dia dengan Allah SWT. Yang penting, kita menyalurkannya sesuai aturan dan benar,” tandasnya.

Sebenarnya sejak 2017, Pemkot Magelang telah memberlakukan pemotongan gaji PNS untuk zakat, infak dan sedekah. Ketentuan ini berdasarkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Magelang Nomor 451/404/123 pada Oktober 2016. “Dua bulan di awal-awal tahun hanya terkumpul sekitar Rp 200-an juta. Namun memasuki bulan keempat dan seterusnya, rata-rata setiap bulan masuk Rp 120 juta. Selama ini, penghimpunan zakat, infak dan sedekah yang sudah berjalan juga menggunakan surat pernyataan kesanggupan membayar sesuai kemampuannya,” imbuhnya.

Tahun ini, Baznas Kota Magelang menargetkan bisa menghimpun zakat, infak dan sedekah sebesar Rp 1,3 miliar. Jumlah ini masih berada di bawah realisasi tahun lalu yang sebesar Rp 1,419 miliar. Tahun ini, target Baznas tidak hanya menyasar ASN tapi juga perusahaan maupun perseorangan warga umum. (put/ton)