Ada OP, Harga Tetap Tinggi

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Pemerintah Kabupaten Temanggung dan Perum Bulog telah menggelar operasi pasar (OP) komoditas beras di sejumlah wilayah. Harapannya, OP ini bisa menekan harga beras yang melambung. Tapi di lapangan, harga beras masih tinggi.

Di Pasar Kliwon Rejo Amertani Temanggung, beras kualitas medium masih dijual seharga Rp11.000 per kilogram. Sementara beras premium mencapai Rp13.000 per kilogram.

“Saat ini belum memasuki panen raya, jadi pasokan beras dari petani masih belum maksimal,” kata salah seorang pedagang Pasar Kliwon Rejo Amertani, Purwanti.

Menurutnya, tingginya harga beras ini masih bergantung pada beberapa faktor. Terutama pada permintaan pasar dan persediaan beras. Apalagi, kata dia, beras merupakan kebutuhan pokok yang setiap hari dibutuhkan masyarakat sehingga permintaan beras setiap hari pasti akan lebih tinggi dibandingkan dengan kebutuhan lainnya.

“Saat ini belum memasuki panen raya, jadi pasokan beras dari petani masih belum maksimal,” kata dia.

Pedagang lainnya, Agus menjelaskan, faktor cuaca yang sering hujan juga berpengaruh pada persediaan beras petani. Karena tak ada panas, proses penjemuran gabah menjadi lama dan biaya produksi bertambah tinggi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindag dan UMKM) Kabupaten Temanggung Rony Nurhastuti menuturkan, selama 24-25 Januari 2017 lalu, digelar OP beras di 6 titik. Masing-masing titik disediakan 5 ton beras kualitas medium. Beras dari Subdivre Bulog Kedu ini dijual seharga Rp9.350 per kilogram. “Kami berharap melalui OP ini, harga beras di pasaran bisa turun atau stabil,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Subdivre Bulog Kedu Sony Supriyadi mengatakan, Bulog Kedu telah melakukan OP beras sejak 5 Januari 2018 dengan mengoptimalkan peran mitra kerja, distributor, dan Rumah Pangan Kita (RPK). Menurutnya, di Kabupaten Wonosobo dan beberapa wilayah lain keterlibatan RPK cukup efektif untuk melaksanakan OP beras. “Setiap dua hari sekali RPK di Wonosobo rata-rata mengambil dua ton beras untuk OP beras di wilayah tersebut,” ucapnya. (jpg/san/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -