10 Ribu Data Calon Pemilih Dicoret

534
PENCOCOKAN : Perwakilan KPU Provinsi Jateng melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di Brebes, Selasa (6/2) kemarin. (DEDI SULASTRO/RADAR BREBES)
PENCOCOKAN : Perwakilan KPU Provinsi Jateng melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) di Brebes, Selasa (6/2) kemarin. (DEDI SULASTRO/RADAR BREBES)

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Sebanyak 10 ribu lebih data calon pemilih yang ditemukan ganda dalam proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni mendatang dicoret Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes. Pencoretan tersebut bisa saja bertambah lantaran proses coklit masih berlangsung hingga 18 Februari mendatang.

Untuk validitas data, perwakilan KPU Provinsi Jateng bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Pemprov Jateng, KPU Kabupaten Brebes dan Dinas Kependudukan Catata Sipil (Disdukcapil) Pemkab Brebes melakukan monitoring langsung pada proses coklit di beberapa kecamatan. Di antaranya, di Kecamatan Banjarharjo dan Ketanggungan, Selasa (6/2) kemarin.

Selain memantau langsung proses coklit yang dilakukan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP), tim yang dipimpin anggota KPU Provinsi Jateng, Dian Ariyanti juga menanyakan langsung kendala-kendala yang dihadapi petugas PPDP di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Brebes, menemukan sebanyak 34.189 nama calon pemilih untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng terindikasi ganda. Hal itu diketahui Panwas saat melakukan pencermatan terhadap data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang dijadikan dasar proses penelitan dan pencocokan (coklit) data pemilih.

Karena itu, Panwas Kabupaten Brebes meminta agar petugas coklit lebih cermat dalam melaksanakan tugasnya, karena dapat memicu kerawanan atas data pemilih tersebut. “Dari pencoklitan itu, kami temukan 10 ribu data ganda dan langsung kami coret. Dari data itu, hanya satu yang digunakan,” ungkap Ketua KPU Brebes M Riza Pahlevi, usai melakukan monitoring mendampingi tim KPU Provinsi Jateng.

Ditambahkan, semua data tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes. Faktor utama dalam data ganda, kata dia, adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda tetapi satu nama. “Temuan yang kami temui ini langsung kami hapus. Semoga ke depannya data yang kami miliki lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tim KPU Provinsi Jateng bersama Dispermadesdukcapil Provinsi Jateng melakukan monitoring di Brebes selain untuk mengecek langsung proses coklit, juga berkaitan adanya temuan Panwas Kabupaten Brebes terkait banyaknya pemilih yang berpontensi ganda. Selain Brebes ada lima daerah yang menjadi semple monitoring. Di sisi lain, pihak Dispermadesduk juga menekankan warga yang belum memilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektonik untuk proaktif, termasuk petugasnya. “Brebes dijadikan sampling karena jumlah penduduknya banyak. Kami optimistis semakin cermat dalam pencoklitan data yang kami miliki akan lebih akurat,” tutupnya. (ded/ism/ida)