33 C
Semarang
Rabu, 23 September 2020

10 Ribu Data Calon Pemilih Dicoret

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BREBES – Sebanyak 10 ribu lebih data calon pemilih yang ditemukan ganda dalam proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng Juni mendatang dicoret Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes. Pencoretan tersebut bisa saja bertambah lantaran proses coklit masih berlangsung hingga 18 Februari mendatang.

Untuk validitas data, perwakilan KPU Provinsi Jateng bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) Pemprov Jateng, KPU Kabupaten Brebes dan Dinas Kependudukan Catata Sipil (Disdukcapil) Pemkab Brebes melakukan monitoring langsung pada proses coklit di beberapa kecamatan. Di antaranya, di Kecamatan Banjarharjo dan Ketanggungan, Selasa (6/2) kemarin.

Selain memantau langsung proses coklit yang dilakukan Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP), tim yang dipimpin anggota KPU Provinsi Jateng, Dian Ariyanti juga menanyakan langsung kendala-kendala yang dihadapi petugas PPDP di lapangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Panitia Pengawas (Panwas) Kabupaten Brebes, menemukan sebanyak 34.189 nama calon pemilih untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng terindikasi ganda. Hal itu diketahui Panwas saat melakukan pencermatan terhadap data daftar penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) yang dijadikan dasar proses penelitan dan pencocokan (coklit) data pemilih.

Karena itu, Panwas Kabupaten Brebes meminta agar petugas coklit lebih cermat dalam melaksanakan tugasnya, karena dapat memicu kerawanan atas data pemilih tersebut. “Dari pencoklitan itu, kami temukan 10 ribu data ganda dan langsung kami coret. Dari data itu, hanya satu yang digunakan,” ungkap Ketua KPU Brebes M Riza Pahlevi, usai melakukan monitoring mendampingi tim KPU Provinsi Jateng.

Ditambahkan, semua data tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes. Faktor utama dalam data ganda, kata dia, adanya Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang berbeda tetapi satu nama. “Temuan yang kami temui ini langsung kami hapus. Semoga ke depannya data yang kami miliki lebih baik lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, tim KPU Provinsi Jateng bersama Dispermadesdukcapil Provinsi Jateng melakukan monitoring di Brebes selain untuk mengecek langsung proses coklit, juga berkaitan adanya temuan Panwas Kabupaten Brebes terkait banyaknya pemilih yang berpontensi ganda. Selain Brebes ada lima daerah yang menjadi semple monitoring. Di sisi lain, pihak Dispermadesduk juga menekankan warga yang belum memilik Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektonik untuk proaktif, termasuk petugasnya. “Brebes dijadikan sampling karena jumlah penduduknya banyak. Kami optimistis semakin cermat dalam pencoklitan data yang kami miliki akan lebih akurat,” tutupnya. (ded/ism/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Liburan, Wisatawan Melonjak Signifikan

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Libur lebaran, jumlah wisatawan di Kabupaten Semarang mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih mengatakan jumlah...

Tambah Daya Diskon 50 Persen

SEMARANG - Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H, PLN memberikan potongan harga 50 persen bagi pelanggan setia PLN di seluruh Indonesia yang ingin...

Enam Toko Modern Akan Disegel

UNGARAN–Sebanyak enam toko modern terancam akan ditutup paksa oleh pihak Satpol PP dan Kebakaran Kabupaten Semarang. Hal itu dikatakan oleh Plt Kepala Satpol PP...

Lomba Desa Dongkrak Partisipasi Warga

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Banyak potensi yang dimiliki setiap desa di Demak. Karena itu, untuk mengadu kreativitas masing masing desa, Dinpermades KB Pemkab Demak mengadakan lomba...

Ada Tokoh dan Media Menjadi Heboh

SEMARANG - Kasus dugaan korupsi e-KTP yang menyinggung orang nomor satu di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, masih menjadi topik menarik untuk didiskusikan oleh sejumlah...

Menteri PUPR Gelontor Kota Lama Rp 191 Miliar

SEMARANG- Peserta World Heritage Camp Indonesia (WHCI) 2017 mengkaji kawasan Kota Lama yang saat ini masuk dalam list tentative World Heritage UNESCO. Ada beberapa pembahasan...