Waspadai Kampanye Hitam

192
BAHAS PILGUB : Ketua Komisi A DPRD Jateng, Masruhan Samsurie serta sejumlah pembicara dalam Dialog bersama Parlemen Jateng di Hotel Hoormans Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAHAS PILGUB : Ketua Komisi A DPRD Jateng, Masruhan Samsurie serta sejumlah pembicara dalam Dialog bersama Parlemen Jateng di Hotel Hoormans Semarang. (MIFTAH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Masyarakat Jateng diminta benar-benar lebih bijak dan tidak sembarangan dalam menggunakan medsos terutama menjelang Pilgub Jateng. Sebab, jika menyebar berita hoax, ujaran kebencian maupun berkampanye dengan isu SARA akan berurusan dengan Polda Jateng. Selain itu, masyarakat diminta waspada terhadap kampanye hitam.

Ketua Komisi A DPRD Jateng, Masruhan Samsurie meminta masyarakat tak sembarangan menggunakan medsos. Jangan sampai masyarakat menjadi korban dan harus berurusan dengan pihak berwajib. “Memasuki Pilgub dan Pilkada, masyarakat jangan menyabar black campaign atau isu SARA,” kata Masruhan dalam Dialog bersama Parlemen Jateng “Awas Kampanye Hitam” di Hotel Hoormans Semarang.

Ia menambahkan, kampanye hitam pasti terjadi dalam setiap pelaksanaan Pilkada, termasuk Pilgub Jateng. Untuk itu, ia terus melakukan antisipasi agar kejadian tersebut tak terjadi di Jateng. Dan tentunya tanpa menghilangkan greget agar Pilgub bisa lebih ramai dan bisa melahirkan pemimpin yang bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Jangan sampai kampanye hitam yang berbau SARA dan hoax terjadi di Pilgub. Kami akan terus melakukan pengawasan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ucapnya.

Partisipasi masyarakat juga diharapkan bisa maksimal dalam Pilgub Jateng. Sebab, bagaimanapun juga memilih akan menentukan masa depan Jateng lima tahun ke depan. Untuk itu, jangan sampai tidak terlibat mengingat ini merupakan proses demokrasi di Jateng. “Partisipasi masyarakat harus ditingkatkan, agar pelaksanaan Pilgub benar-benar bisa mewakili seluruh masyarakat Jateng,” tegasnya.

Pengamat Politik Undip, Nur Hidayat Sardini, mengatakan tak ada dinamika, bahkan cenderung menakuti dalam Pilgub Jateng. Akhirnya masyarakat serba salah dan partisipasinya tak maksimal. “Jateng termasuk yang adem ayem tidak ada dinamika. Ini juga tidak bagus dalam Pilkada,” katanya.

Ia menambahkan, pemilih itu harusnya menjadi juri yang sebenarnya dalam Pilgub dan Pilkada 2018. Ia meminta agar informasi bisa lebih terang dan jelas agar masyarakat lebih paham. Selain itu, pemahaman ini sebagai proses demokrasi agar bisa lebih hidup. “Saya melihat dinamikanya tak bagus, dan ini membuat masyarakat miskin informasi dalam Pilgub,” tambahnya.

Kasubdit Unit Cyber Crime Subdit 2 Dit Reskrimsus Polda Jateng AKBP Teddy Fanani mengaku siap untuk mengawasi Pilgub Jateng. Pihaknya sudah membuat tim cyber agar tak ada berita hoax, isu SARA yang membuat perpecahan masyarakat Jateng. “Kami sudah melakukan pengawasan baik langsung maupun di medsos. Ini agar pelaksanaan Pilgub benar-benar fair dan tak terjadi perpecahan di masyarakat,” tambahnya. (adv/fth/ric)