BANJIR LAGI-BANJIR LAGI: Rumah warga Mangkang Wetan RT 03 RW III, Tugu, Semarang yang terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin. (bawah) Sejumlah pelajar dengan melepas sepatu melintas di Jalan Patimura yang tergenang air. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR LAGI-BANJIR LAGI: Rumah warga Mangkang Wetan RT 03 RW III, Tugu, Semarang yang terendam banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Beringin. (bawah) Sejumlah pelajar dengan melepas sepatu melintas di Jalan Patimura yang tergenang air. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Untuk kali kesekian, tanggul Sungai Beringin di Kelurahan Mangkang Wetan, Tugu, Semarang jebol hingga menyebabkan banjir setinggi 1 meter. Kali ini, titik tanggul yang jebol di wilayah RT 03 RW III dengan panjang sekitar 20 meter. Akibatnya, ratusan rumah warga terendam banjir.

Khairul Rizal, warga setempat mengatakan, hujan deras yang terjadi sejak Senin (5/2) pagi menyebabkan debit air Sungai Beringin mengalami peningkatan. Ditambah dengan rendahnya jembatan yang ada di RT 03 RW III yang menyebabkan aliran air sungai tersumbat hingga menjebol tanggul. “Air mulai masuk rumah sekitar pukul 14.00, masuk ke perkampungan dan merendam rumah warga,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG
NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG

Derasnya aliran sungai, membuat ketinggian air di perkampungan mencapai sekitar 1 meter. Bahkan ada satu warga lansia harus dievakuasi karena rumahnya rusak diterjang banjir. “Mbah Rewok tadi dibawa warga ke musala, karena letak rumahnya dekat dengan tanggul yang jebol,” katanya.

Akibat meluapnya sungai secara tiba-tiba, warga hanya bisa pasrah barang-barang berharga milik mereka terendam air. Selain merendam rumah, banjir juga menggenangi beberapa petak sawah yang ada di sekitar tanggul jebol. Sampai petang kemarin, warga masih siaga dan terus membersihkan sampah yang menyumbat di bibir jembatan.

“Nanti kalau sudah reda dan airnya surut, tanggul yang jebol akan ditembel sementara agar kerusakannya tidak meluas,” jelas Andik Susilo, warga lainnya.

Camat Tugu Anton Siswantoro mengatakan, khusus di Kelurahan Mangkang Wetan total ada 100 rumah warga yang terendam banjir. Selain itu, ada 65 rumah warga yang diminta untuk mengungsi sementara karena letaknya tak jauh dari titik jebolnya tanggul. “Kalau tahun lalu jebolnya ada di RT 2 atau di sebelah selatan, kali ini ada di RT 3 sebelah utaranya lagi,” ucapnya.