Siapkan Calon Alumni Berdaya Saing Tinggi

104
SIAPKAN SDM : Perwakilan Unpand, Yayasan Abdi Masyarakat dan pemateri seminar
SIAPKAN SDM : Perwakilan Unpand, Yayasan Abdi Masyarakat dan pemateri seminar "Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing dalam Menghadapi Globalisasi Tenaga Kerja". (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Globalisasi memiliki pengaruh besar terhadap dunia ketenagakerjaan. Manusia dituntut semakin kreatif, profesional serta inovatif. Tantangan tersebut menjadi dorongan atau visi bagi Universitas Pandanaran (Unpand) untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki jiwa pengusaha atau entrepreunership.

Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Unpand, Andi Tri Haryono  dalam Seminar Nasional “Membangun Sumber Daya Manusia yang Berdaya Saing dalam Menghadapi Globalisasi Tenaga Kerja”, Minggu (4/2).

“Kalau kita melihat posisi Indonesia dalam persaingan di bidang entrepreunership, Indonesia menduduki posisi middle atau rangking 90 dari 173 negara.  Ini merupakan challenge atau tantangan bagi Universitas Pandanaran agar mampu menciptakan SDM berjiwa pengusaha,” tambah Andi.

Dalam acara yang diselenggarakan BEM Unpand di Aula Poncowati, Hotel Patra Semarang tersebut, turut mengundang Dra Harini Krisniati MM selaku Ketua Yayasan Abdi Masyarakat, Presdir Majalah Gatra Ir Teguh P Slamet, serta Dr Ir Delima Hazri Azhari MS selaku peneliti muda dan mantan Dirjen Pertanian RI.

Sementara itu, Harini Krisniati menambahkan jika universitas hanya berpijak dan berorientasi pada permasalahan akademik secara baku, tentu SDM yang dibentuk tidak akan siap masuk dalam persaingan tenaga kerja yang semakin ketat.

“Kompetensi saat ini menjadi salah satu yang harus dikembangkan di Unpand. Bahkan perkara pembentukan jiwa pengusaha sebagai visi Unpand sudah ditekankan pada semua prodi untuk jangan hanya melihat dari sisi formalitas. Transfer knowledge harus benar-benar dikembangkan,” ungkap Harini.

Terlebih menurut Harini, Unpand sebagai universitas yang berdiri sejak 1996 dan sedang berkembang, sering dipandang sebelah mata. Perekrutan ASN oleh pemerintah ataupun perekrutan pegawai oleh perusahaan BUMN akreditasi B, kerap menjadikan universitas sebagai bahan pertimbangan. “Karena itu, membentuk jiwa pengusaha adalah solusi terbaik dalam menghadapi globalisasi dan persaingan tenaga kerja,” tuturnya.

Tidak hanya sekedar visi dan wacana, Unpand juga telah bekerjasama dengan Yayasan Abdi Masyarakat untuk merangkul Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) di Jawa Tengah. Hal tersebut menunjukan bahwa visi Unpand bukan sekedar membentuk jiwa kewirausahaan pada mahasiswanya, tetapi juga pada masyarakat. Menurut Harini, setiap manusia memiliki potensi menjadi pengusaha, satu diantaranya jadi pedagang kaki lima.

“Bila Yayasan Abdi Masyarakat bersama Unpand mampu mengasah skill, mengolah kemampuan manajemen serta memunculkan kemampuan marketing para PKL dan keluarganya, maka mereka akan tumbuh puluhan kali lipat lebih tinggi,” ungkapnya. (*/sct)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here