SOSIALISASI ATURAN: Tim Saberpungli Kabupaten Batang, saat berikan penjelasan tentang peraturan perpakiran baru kepada penjaga parkir di Pasar Baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
SOSIALISASI ATURAN: Tim Saberpungli Kabupaten Batang, saat berikan penjelasan tentang peraturan perpakiran baru kepada penjaga parkir di Pasar Baru. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saberpungli) Kabupaten Batang yang terdiri dari Dinas perhubungan batang, Polres Batang, Satpol PP Batang melakukan Inspeksi mendadak (sidak) ke area parkir Pasar Baru Batang.

Sejak dibuka sebulan ini, penataan parkir masih terlihat semrawut, selain tidak sesuai peruntukkan juga belum tertata manajemennya.“Sidak kami ini, dalam rangka untuk inventarisasi dulu, kroscek lapangan yang berkenaan tarif dasar parkir untuk wilayah kabupaten Batang dan lebih khusus di pasar Batang sendiri,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono mewakili tim Saberpungli saat ditemui di pasar Batang.

Terkait ketertiban parkir, pihaknya berharap para petugas parkir bisa lebih disiplin. Namun karena penjaga parkir cukup banyak, kadang diakui sulit mengaturnya. Misalnya satu titik di wilayah utara Pasar Batang ini bisa ada sembilan orang tukang parkir, walaupun sebenarnya di lokasi haya ada satu atau dua orang koordinatornya.

Ketua Pokja Pencegahan Saber Pungli Kabupaten Batang Dari Polres Batang Teguh Werdiyanto mengatakan, dari temuan pihaknya di lapangan memang masih banyak petugas parkir yang belum paham. Terutama Perda yang mengatur tentang retribusi parkir, mulai Perda Nomor 5 dan Nomor 6 tahun 2010, yang dikuatkan dengan Perbup Nomor 63 tahun 2017, yakni untuk sepeda motor yang tadinya Rp 500 menjadi Rp 1000. Dan untuk mobil yang tadinya Rp 1000 menjadi Rp 2000, dan ini banyak petugas parkir yang belum paham hal tersebut.

Serta lokasi parkir, yang mana area parkir di pasar Batang ada 12 titik area parkir baik didalam pasar dan luar pasar. Selain itu kata dia, sebenarnya lokasi parkir sudah diatur, seperti harus di sisi kanan jalan jangan kiri. Atau bahkan di letakkan di dua sisi, yang akhirnya menghambat pengguna jalan yang lain.

Termasuk, lokasi larangan parkir sesuai rambu, dan larangen berhenti. Oleh karena itu kami bersama tim tadi melakukan teguran-teguran terhadap tukang parkir yang melakukan pelanggaran.“Apabila teguran tersebut masih diabaikan kami akan menurunkan tim untuk melakukan tindakan,” ujar Teguh. (han/bas)