RESPONS CEPAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog dengan para TKSK yang menjadi kepanjangan tangan untuk membantu masalah sosial secara cepat tanpa ada birokrasi pemerintahan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESPONS CEPAT: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat berdialog dengan para TKSK yang menjadi kepanjangan tangan untuk membantu masalah sosial secara cepat tanpa ada birokrasi pemerintahan. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) merupakan kepanjangan tangan negara untuk merespons secara cepat beragam masalah sosial. Terutama yang menyangkut dengan kemiskinan, gelandangan, anak-anak telantar, serta orang tidak mampu yang membutuhkan pertolongan. Sehingga penanganan masalah kesejahteraan sosial (PMKS) tak lagi membutuhkan waktu berhari-hari, namun hanya dalam hitungan jam atau bahkan menit.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, mengaku sangat berterimakasih atas kerja nyata yang diberikan para relawan TKSK atas respons dan kinerja yang cepat. “Kinerja kolektif Dinas Sosial dan TKSK menjadi yang paling cepat dalam merespons dibandingkan dengan OPD lain. Sehingga kinerja ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ungkap Ganjar dalam acara Pembinaan TKSK se-Jateng di aula Dinas Sosial Jateng, Senin (5/2).

Ganjar mengatakan keberadaan TKSK sangat membantu pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan di Jateng. Hal ini terlihat dari penurunan angka kemiskinan yang cukup signifikan pada periode September 2016 hingga September 2017, penurunan jumlah penduduk miskin mencapai 296,26 ribu orang. Jumlah tersebut menduduki peringkat kedua secara nasional setelah Jawa Barat.

Kerja nyata TKSK, ungkapnya, sudah bisa dilihat langsung masyarakat. Selain memberikan bantuan dengan cepat, keberadaan TKSK juga bisa memberikan kejelasan informasi warga yang memang membutuhkan bantuan.

Ganjar bercerita bahwa di Banjarnegara sempat ramai dibicarakan media maupun media sosial tentang anak kecil yang bekerja untuk keluarga, karena tidak ada jaminan sosial. Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata sudah mendapatkan jaminan sosial. Sang anak hanya bekerja karena ingin membantu orang tuanya.

“Yang seperti ini sering kali dijadikan cerita-cerita yang seolah-olah negara tidak mengurus, saya tahu negara tidak mampu mengurus seketika sesempurna atau sebulat mungkin. Maka kini kita mulai melihat berarti TKSK ini tangan panjang yang bisa menyentuh sampai ke tingkat lokasi. Penjangkauannya luar biasa,” ujar Ganjar.