DISEGEL : Petugas dari Satpol PP Kabupaten Semarang saat melakukan penyegelan di tempat usaha peternakan milik PT SAA di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, kemarin. (istimewa)
DISEGEL : Petugas dari Satpol PP Kabupaten Semarang saat melakukan penyegelan di tempat usaha peternakan milik PT SAA di Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang, kemarin. (istimewa)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebagai bentuk penegakan perda, Satpol PP Kabupaten Semarang kembali melakukan penutupan tempat usaha. Kepala Satpol PP Kabupaten Semarang, Tajudin Noor mengungkapkan penutupan dilakukan di tempat usaha peternakan PT Sri Sarwa Adhimulia (SAA).

“Lokasinya di Dusun Cerbonan, Desa Kesongo, Kecamatan Tuntang,” ujar Tajudin, Senin (5/2). Penutupan dilakukan karena tempat usaha tersebut melanggar beberapa peraturan. Seperti izin Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) lokasi peternakan, izin gangguan (HO) dan izin usaha peternakan (IUP) sudah tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tidak sesuainya dokumen perizinan tersebut sehingga bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Semarang No 9 Tahun 2014 tentang izin gangguan, dan Perda Kabupaten Semarang No 3 Tahun 2016 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Tajudin mengungkapkan, sejumlah dokumen perizinan yang dimiliki PT SAA sudah tidak sesuai lagi karena habis masa berlakunya. Perizinan itu antara lain, izin gangguan yang dikeluarkan Dinas Lingkungan Hidup dan izin usaha peternakan dari Dinas Peternakan.

“Perizinan itu dikelurkan 2007 dan sudah habis masa berlakunya. Tapi sampai sekarang dokumen perizinan tersebut belum atau tidak diperpanjang lagi,” katanya. Penutupan oleh petugas juga dilakukan dengan menutup lokasi usaha menggunakan pita Satpol PP.

Juga dengan ditempelkan stiker penyegelan yang berbunyi ‘Diberhentikan Sementara’ di lokasi tersebut. “Di lokasi usaha peternakan juga kita pasang banner bertuliskan ‘Ditutup Belum Berizin’,” ujarnya.