33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

Kubangan Jalan Gladak Dikeluhkan Warga

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sejumlah jalan rusak mulai dikeluhkan warga. Salah satunya Jalan KH Asyari atau yang lebih dikenal Jalan Pasar Gladak. Tepatnya di Pertigaan Sekopek Desa Plantaran, setiap hari jalan menjadi kubangan lumpur karena aspal yang mengelupas.

Selain disebabkan aspal yang mengelupas, kubangan air dan lumpur juga diakibatkan posisi jalan yang lebih rendah dari sungai Kaliaji yang berada persis di sisi badan jalan. Akibatnya curahan air hujan hanya berhenti, tidak bisa mengalir. Alhasil setiap hari jalan selalu berlumpur.

Seperti dikeluhkan Sarjono, 46 warga Plantaran. Ia mengatakan kerusakan jalan terjadi lantaran setiap hari dilintasi dump truk pengangkut material galian c.  Yakni dump truk yang mengambil material di penambangan di Kecamatan Kaliwungu Selatan. “Ada ratusan truk setiap hari yang melintas, sementara kondisi jalan belum dibeton. Jadi diperbaiki berkali-kali selalu saja rusak,” katanya, kemarin (5/2).

Dikatakannya, jika musim penghujan seperti ini  jalan dipenuhi kubangan lumpur. Sementara saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu yang mengganggu pandangan mata dan pernafasan. “Saat musim kemarau debu berterbangan masuk ke warung dan rumah-rumah warga,” tandasnya.

Jalan rusak tersebut mengakibatkan kemacetan setiap harinya. Terutama saat pagi dan sore hari. Pagi dimana orang beraktivitas kerja dan sekolah harus bersaing dengan truk-truk yang mengangkut galian C. “Baik kendaraan dari arah barat yakni Srogo, Brangsong maupun dari arah timur Kaliwungu,” katanya.

Hal senada dikatakan Eko Purwanto, warga Gemuh yang kebetulan melintas di Jalan Gladak. Ia mengaku sempat akan terjatuh saat  melintas di Gladak. “Jalan dipenuhi lumpur, jadi lubang jalan tidak kelihatan,” tandasnya.

Diakuinya, jika lubang jalan cukup dalam. Bahkan mencapai 40 sentimeter. Lebar lubang juga bervariasi dari 40 sampai 60 sentimeter. “Jadi membahayakan sekali bagi pengendara roda dua,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Menggalakkan Budaya Untuk Literasi Guru

RADARSEMARANG.COM - SUDAH saatnya para guru harus bangkit menggalakkan budaya literasi dengan serius, yakni membiasakan diri untuk membudayakan membaca dan berlatih menulis. Dengan budaya...

Museum Ronggowarsito Gratiskan Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Fosil binatang purba di Museum Ronggowarsito, Kota Semarang, cukup menarik perhatian pengunjung. Belalai gajah yang menjulur keluar dinding, berusaha dipegang. Apalagi anak-anak, merasa...

200 Calon Advokat Peradi Ikuti PKPA

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar ujian advokat serentak di 34 kota di Indonesia, termasuk DPC Peradi Semarang. Total, peserta ujian secara nasional ada...

Hadapi Era Disrupsi Humas Harus Miliki Standarisasi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Profesi kehumasan dipandang oleh masyarakat sebagai profesi yang bisa dilakukan oleh siapapun. Humas, identik dengan jumpa pers dan media relation. Oleh...

Ratusan Hewan Piaraan Kena Virus

TEGAL – Hati-hati bagi yang memiliki hewan piaran berupa kucing atau anjing. Sebab, dalam sebulan ini, sebanyak 138 hewan piaran tersebut terkena virus yang...

Atasi Rob, Pemkab Gelontor Rp 611 M

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pemkab Pekalongan dianggap masih parsial dalam menanggulangi rob. Hal tersebut mencuat dalam rapat paripurna dengan agenda pandangan Fraksi DPRD Kabupaten Pekalongan,...