Kubangan Jalan Gladak Dikeluhkan Warga

406
BANYAK KUBANGAN : Jalan Gladak di Pertigaan Pertigaan Sekopek-Srogo rusak parah dan banyak dikeluhkan warga. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANYAK KUBANGAN : Jalan Gladak di Pertigaan Pertigaan Sekopek-Srogo rusak parah dan banyak dikeluhkan warga. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Sejumlah jalan rusak mulai dikeluhkan warga. Salah satunya Jalan KH Asyari atau yang lebih dikenal Jalan Pasar Gladak. Tepatnya di Pertigaan Sekopek Desa Plantaran, setiap hari jalan menjadi kubangan lumpur karena aspal yang mengelupas.

Selain disebabkan aspal yang mengelupas, kubangan air dan lumpur juga diakibatkan posisi jalan yang lebih rendah dari sungai Kaliaji yang berada persis di sisi badan jalan. Akibatnya curahan air hujan hanya berhenti, tidak bisa mengalir. Alhasil setiap hari jalan selalu berlumpur.

Seperti dikeluhkan Sarjono, 46 warga Plantaran. Ia mengatakan kerusakan jalan terjadi lantaran setiap hari dilintasi dump truk pengangkut material galian c.  Yakni dump truk yang mengambil material di penambangan di Kecamatan Kaliwungu Selatan. “Ada ratusan truk setiap hari yang melintas, sementara kondisi jalan belum dibeton. Jadi diperbaiki berkali-kali selalu saja rusak,” katanya, kemarin (5/2).

Dikatakannya, jika musim penghujan seperti ini  jalan dipenuhi kubangan lumpur. Sementara saat musim kemarau, jalan dipenuhi debu yang mengganggu pandangan mata dan pernafasan. “Saat musim kemarau debu berterbangan masuk ke warung dan rumah-rumah warga,” tandasnya.

Jalan rusak tersebut mengakibatkan kemacetan setiap harinya. Terutama saat pagi dan sore hari. Pagi dimana orang beraktivitas kerja dan sekolah harus bersaing dengan truk-truk yang mengangkut galian C. “Baik kendaraan dari arah barat yakni Srogo, Brangsong maupun dari arah timur Kaliwungu,” katanya.

Hal senada dikatakan Eko Purwanto, warga Gemuh yang kebetulan melintas di Jalan Gladak. Ia mengaku sempat akan terjatuh saat  melintas di Gladak. “Jalan dipenuhi lumpur, jadi lubang jalan tidak kelihatan,” tandasnya.

Diakuinya, jika lubang jalan cukup dalam. Bahkan mencapai 40 sentimeter. Lebar lubang juga bervariasi dari 40 sampai 60 sentimeter. “Jadi membahayakan sekali bagi pengendara roda dua,” tandasnya.