Ketua DPRD Kota Semarang Temukan Mesin Pompa Tak Maksimal

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banjir di wilayah Kaligawe Kota Semarang semakin mengkhawatirkan. Jalur Pantura terendam dalam beberapa hari terakhir. Hingga Senin (5/2), ketinggian air rata-rata mencapai ketinggian 30 sentimeter.

Banjir ini membuat masyarakat yang melintas di jalur tersebut berlatih sabar. Sebab, tidak jarang kendaraan warga mogok akibat terjebak banjir. Karyawan terlambat menuju ke tempat kerja, siswa sekolah terpaksa menenteng sepatu, bahkan guru sekolah terlambat mengajar karena terjebak banjir.

Supriyadi (Radar Semarang Files)
Supriyadi (Radar Semarang Files)

Salah seorang warga Genuk, Muthohar mengatakan, banjir kali ini telah berlangsung sejak seminggu lalu. “Sempat surut sih, tapi begitu turun hujan deras kembali tergenang,” katanya, kemarin.

Meski sudah menjadi pemandangan biasa, kata Muthohar, banjir seperti ini selalu merepotkan warga. Bahkan membuat stres karena tidak bisa berbuat apa-apa. “Mau bagaimana lagi, semuanya terendam air. Air menggenang dalam waktu lama, kami sebetulnya tidak tahan. Tapi ya bagaimana lagi, harus bersabar,” katanya.

Sementara itu, seorang guru SMP swasta di Kota Semarang, Sri Mujiasih, merupakan salah satu pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Ia terpaksa mendorong motornya yang mogok akibat kejebak banjir. Akibatnya, ia mengaku terlambat mengajar. “Terpaksa terlambat untuk mengajar, karena motor mogok akibat kemasukan air banjir,” katanya.

Bahkan terpaksa ia tidak mengajar karena karena baju dan sepatu miliknya basah kuyup. Dalam kondisi baju basah, ia mengaku tidak mungkin mengajar. Ia hanya satu dari sekian pengendara lain yang mengalami nasih serupa. Banyak pengendara lain yang mogok. Di beberapa titik ada yang mencapai ketinggian 40-50 cm. Sehingga ini cukup parah untuk kendaraan, apalagi jenis bebek.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -