Kali Waridin Meluap, SD Kebonadem Banjir 

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Tiga hari turun hujan tanpa henti mengakibatkan sejumlah sungai di Kendal meluap. Akibatnya sejumlah pemukiman warga digenangi air setinggi 30-50 sentimeter.

Hal itu tampak di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong. Akibat Kali Waridin yang meluap, rumah-rumah warga dan SD 1 Kebonadem tergenang air. Bukannya takut, banjir tersebut justru dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain air.

Seperti diakui Sadam, 10, warga sekitar. Ia mengaku senang karena saat banjir ia bisa bermain air dan berenang bersama teman-temannya. “Jarang-jarang bisa main ditengah air seperti ini,” katanya, Senin (5/2).

Dikatakannya, banjir sama sekali tidak menganggu aktivitas sekolah. Hal itu lantaran genangan air naik saat jam pelajaran sekolah sudah usai. “Memang sekolah ini sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya saat musim penghujan seperti ini,” kata Kepala Desa Kebonadem, Kumaedi.

Banjir menurutnya diakibatkan volume Kali Waridin yang naik. Selain itu ada kebocoran pada talud sehingga air masuk menggenangi SD 1 Kebonadem yang kebetulan berada persis di samping sungai. “Sudah ada rencana dari pihak sekolah, para wali murid untuk melakukan penggurukan halaman sekolah itu agar tidak tergenang banjir. Tapi kapan pelaksanaannya kurang tahu,” tandasnya.

Tidak hanya sekolah, halaman rumahnya pun tak jarang ikut tergenang banjir karena  jarak lokasi sekolah itu dan rumahnya tak lebih dari 100 meter. “Walaupun tidak tinggi, tapi juga kadang sampai masuk rumah. Sehingga harus bersusah payah menguras dan mengeluarkan air dari rumah,” tandasnya. (bud/ric)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -