Kali Waridin Meluap, SD Kebonadem Banjir 

279
LANGGANAN BANJIR : Sejumlah anak-anak bermain ditengah banjir yang menggenangi SD 1 Kebonadem, Bransong, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGGANAN BANJIR : Sejumlah anak-anak bermain ditengah banjir yang menggenangi SD 1 Kebonadem, Bransong, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Tiga hari turun hujan tanpa henti mengakibatkan sejumlah sungai di Kendal meluap. Akibatnya sejumlah pemukiman warga digenangi air setinggi 30-50 sentimeter.

Hal itu tampak di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong. Akibat Kali Waridin yang meluap, rumah-rumah warga dan SD 1 Kebonadem tergenang air. Bukannya takut, banjir tersebut justru dimanfaatkan oleh anak-anak untuk bermain air.

Seperti diakui Sadam, 10, warga sekitar. Ia mengaku senang karena saat banjir ia bisa bermain air dan berenang bersama teman-temannya. “Jarang-jarang bisa main ditengah air seperti ini,” katanya, Senin (5/2).

Dikatakannya, banjir sama sekali tidak menganggu aktivitas sekolah. Hal itu lantaran genangan air naik saat jam pelajaran sekolah sudah usai. “Memang sekolah ini sudah menjadi langganan banjir setiap tahunnya saat musim penghujan seperti ini,” kata Kepala Desa Kebonadem, Kumaedi.

Banjir menurutnya diakibatkan volume Kali Waridin yang naik. Selain itu ada kebocoran pada talud sehingga air masuk menggenangi SD 1 Kebonadem yang kebetulan berada persis di samping sungai. “Sudah ada rencana dari pihak sekolah, para wali murid untuk melakukan penggurukan halaman sekolah itu agar tidak tergenang banjir. Tapi kapan pelaksanaannya kurang tahu,” tandasnya.

Tidak hanya sekolah, halaman rumahnya pun tak jarang ikut tergenang banjir karena  jarak lokasi sekolah itu dan rumahnya tak lebih dari 100 meter. “Walaupun tidak tinggi, tapi juga kadang sampai masuk rumah. Sehingga harus bersusah payah menguras dan mengeluarkan air dari rumah,” tandasnya. (bud/ric)