Jalan Raya Bojong Wiradesa Rusak Parah

864
SEBABKAN KEMACETAN: Warga yang akan pergi ke Kajen atau ke Wiradesa, harus hati-hati dan antri, karena banyaknya jalan rusak yang berlubang terutama di jalan Desa Ketintang, Bojong. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEBABKAN KEMACETAN: Warga yang akan pergi ke Kajen atau ke Wiradesa, harus hati-hati dan antri, karena banyaknya jalan rusak yang berlubang terutama di jalan Desa Ketintang, Bojong. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Jalan raya Bojong Wiradesa sepanjang dua kilometer mengalami rusak parah. Kondisi jalan berlubang dan bergelombang, membahayakan bagi pengendara yang tidak hati-hati ketika melintasinya.

Bahkan hampir setiap hari terjadi kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalan raya di Desa Ketintang pada malam hari, karena pada jalan tersebut banyak jalan berlubang dan genangan air hujan menutupi jalan berlubang serta tidak ada penerangan jalan.

Kondisi jalan berlubang pada sisi bagian Timur pada ruas jalan sepanjang 200 meter, di jalan Bojong Lor mengakibatkan para pengendara harus antri, untuk melalui sisi jalan di sebelah Barat yang tidak berlubang antrian panjang dan tanpa adanya petugas yang mengatur menyebabkan terjadi kemacetan jalan yang panjang.

Perangkat Desa Ketintang, Kecamatan Bojong, Santoso, Senin (5/2) kemarin, mengungkapkan bahwa rusaknya jalan sepanjang Bojong hingga Desa Waru Wiradesa, disebabkan karena setiap hari selama 24 jam dilalui truk pengangkut matrial proyek jalan tol.

Menurutnya kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sejak sebulan lalu, pihak Desa juga sudah membuat laporan ke Kantor Kecamatan Bojong dan pihak rekanan pelaksana proyek pembangunan jalan tol, namun belum ada respon yang diharapkan.

“Kami sudah membuat surat laporan ke rekanan proyek jalan tol agar ada perbaikan jalan semacam dibeton. Jalan berlubang dan sangat becek ketika hujan turun, kalau malam hari jalan ini berbahaya bagi pengendara, yang terperosok jalan berlubang,” ungkap Santoso.