33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Biayai Kuliah sempat Dua Kali Pinjam Koperasi

Muhammad Junaidi, Doktor Termuda di Universitas Semarang

Must Read

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus...

RADARSEMARANG.COM – Di usia 30 tahun, Muhammad Junaidi sudah bergelar doktor (S3). Bahkan, dia adalah doktor termuda di Universitas Semarang (USM). Seperti apa?

JOKO SUSANTO

KINI Dr Muhammad Junaidi sudah berusia 32 tahun. Di usianya masih relatif muda, ia sudah menduduki jabatan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Program Studi Magister Hukum USM. Selain itu, ia juga didaulat sebagai Dewan Pembina Institut Penegak Konstitusi (IPK) Jateng dan mengajar di beberapa perguruan tinggi di Kota Semarang.

Pria kelahiran Pati ini menyelesaikan kuliah S3 (doktor)  pada 2016 lalu di Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang. Ia mengaku banyak kendala dihadapi selama menimba ilmu. Maklum, dirinya bukanlah dari keluarga kaya. Bahkan, Junaidi pernah pinjam uang koperasi di Pati untuk memuluskan cita-citanya tersebut.

“Kuliah itu memerlukan biaya tinggi, apalagi kuliah S3. Pengalaman saya masuk kuliah pernah dua kali harus pinjam uang koperasi di Pati. Namun dengan keyakinan dan harapan, akhirnya saya bisa menyelesaikan studi S3 di Unissula,” kata Junaidi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (5/2).

Bapak dua anak ini tergolong gigih dalam mengejar karir pendidikannya. Begitu lulus sebagai sarjana jurusan Tata Negara Islam STAIN Syariah Ahwalu As Syahsiyah Kudus, ia langsung melanjutkan kuliah ke Magister Ilmu Hukum jurusan Kebijakan Publik di Universitas Muria Kudus (UMK). Kemudian sambil mengajar, ia melanjutkan studi program doktor di Unissula hingga lulus.

“Pengalaman saya di S2, ada PNS,  hakim dan pekerjaan lain yang berusia di atas 50 tahun melanjutkan studi. Saya melihat sekalipum mereka memiliki biaya, tapi kemampuan daya tangkap materi kuliah tentunya akan menjadi kelemahan tersendiri,” ujarnya. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

LP3ES

Sudah lebih enam tahun saya puasa bicara BUMN di depan umum. Senin kemarin pecah telur. Minggu lalu saya memang dalam kebimbangan besar. Mau atau tidak....

More Articles Like This