MITRA BULOG NAKAL: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat gelar kasus dugaan penyelundupan beras Operasi Pasar (OP) Bulog yang sudah dipoles menjadi beras premium ke wilayah Jawa Barat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MITRA BULOG NAKAL: Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat gelar kasus dugaan penyelundupan beras Operasi Pasar (OP) Bulog yang sudah dipoles menjadi beras premium ke wilayah Jawa Barat. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG  Sebanyak 151 ton beras Bulog Jateng untuk Operasi Pasar (OP) diduga diselewengkan karena diedarkan di daerah luar wilayah ketentuan, yakni di Jawa Barat. Modusnya, beras OP dari Bulog dipoles ulang kemudian dijual dengan nilai kelas premium atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).  Praktik, kasus ini berhasil dibongkar oleh Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jateng pada 30 Januari 2018. Barang bukti yang disita, sebanyak 40 ton beras OP polesan, tersimpan di sebuah gudang milik RMU (Rice Mile Umum) Berkah Risqi berlokasi di Dusun Suren RT 01 RW 03, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedungreja, Kabupaten Cilacap.

Gudang tersebut diketahui milik pria berinisial S, 40, yang tak lain mitra Bulog yang dipercaya mengedarkan beras OP ini di daerah sesuai peruntukkannya. Saat ini, S masih dalam pemeriksaan oleh penyidik di Ditreskrimsus Polda Jateng.

Pengungkapan kasus ini berawal saat Tim Satgas Pangan melakukan operasi pasar dan menganalisa harga beras medium di wilayah Kabupaten Cilacap pada 29 Januari 2018. Hasil analisa ditemukan harga beras medium berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 11.500 per kilogram.
Dari sini, kemudian Tim Satgas Pangan Polda Jateng melakukan penyelidikan di wilayah Kabupaten Cilacap. Petugas mengecek sebuah gudang beras RMU Berkah Risqi, dan didapati adanya praktik pemolesan atau penggilingan ulang beras Bulog CSHP untuk OP.
Beras OP bulog kemasan 15 kilogram tersebut dikemas kembali oleh pemiliknya menjadi kemasan 47 kilogram polos dan kemasan 47 kilogram beras “KEPALA” dengan merek “BERAS SLYP SUPER CAP JAGO PELUNG ISTIMEWA”.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono menjelaskan, belakangan ini harga beras di Jawa Tengah di atas HET. Kemudian, Tim Satgas Pangan dari Polda dan Polres bergerak menindaklanjuti dimungkinkan adanya dugaan penimbunan di gudang-gudang atau praktik curang lainnya.

“Memang kita tidak menemukan adanya penimbunan-penimbunan di gudang-gudang, karena logikanya adalah kalau harganya tinggi pasti mereka akan keluar,” ungkap Condro Kirono saat gelar perkara di Kantor Ditreskrimsus Polda Jateng, Senin (5/2).