BANJIR LAGI : Warga Desa Karangjompo berjalan kaki menerjang banjir untuk berobat ke Puskesmas Tirto II. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANJIR LAGI : Warga Desa Karangjompo berjalan kaki menerjang banjir untuk berobat ke Puskesmas Tirto II. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN—Banjir kembali melanda Desa Karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan. Naiknya air laut ditambah hujan deras selama sepekan ini membuat sekitar 300 rumah terendam air hingga ketinggian 40 sentimeter.

Bahkan air sumur dan sanitasi warga di Desa Karangjompo nyaris tidak berfungsi karena tingginya air masuk hingga ke dalam rumah. Kondisi tersebut diperparah dengan adanya limpahan air limbah industri rumah tangga pembuatan batik, tesktil serta cucian kain jins yang tidak memiliki Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang baik.

Akibatnya air yang merendam Desa Karangjompo menjadi berwarna hitam dan berbau tak sedap. Maka tak heran jika sebagian besar warga terkena penyakit-gatal-gatal dan sesak nafas.

Usman, 34, warga Desa Karangjompo RT 01 RW 03, Kecamatan Tirto mengeluhkan penyakit gatal-gatal yang menimpa keluarganya. Ia juga kesulitan mendapatkan obat atau salep dari Puskesmas di sekitar desanya.

Sejak ada kenaikan tarif Puskesmas dari Rp 5 ribu menjadi Rp 12 Ribu, ia lebih memilih membeli obat atau salep di toko obat dengan harga Rp 5 ribu. “Warga Desa Karangjompo banyak yang menderita gatal-gatal karena terkena banjir yang tercampur dengan limbah pabrik,” ungkap Usman.

Usman juga mengatakan, dengan banyaknya warga yang terkena banjir, seharusnya Dinas Kesehatan menyediakan obat-obatan ringan semacam P3K yang disediakan per RW. Sehingga jika ada warga yang sakit mendadak, bisa meminta obat secara gratis  dan tidak perlu antre seperti di Puskesmas. “Kalau bisa ada semacam Posko Kesehatan lah di desa, tidak harus buka setiap hari tapi selalu tanggap ketika banjir seperti ini,” kata Usman.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Sutanto menjelaskan, pelayanan Puskemas sekarang sudah lebih baik dari sebelumnya. Bahkan fasilitas kesehatan yang ada juga sudah lengkap.

Namun terkait pelayanan, memang ada satu atau dua personel yang masih perlu diperbaiki, agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik pada masyarakat. “Puskesmas menyediakan obat-obat cukup banyak dan mampu untuk melayani warga terkena banjir rob, sedangkan untuk tarif baru sudah kami tunda dengan memberikan surat edaran pada semua Puskesmas dan sekarang sudah kembali ke tarif lama,” tegas Sutanto. (thd/ton)